Hallo Intan,

Apa yang anda maksud dgn "sistem rawa" adalah " wetland technology" ?
Kalau ya, walau saya sendiri belum pernah mempraktekannya, tetapi saya
pernah melihat sendiri dan berdiskusi ttg pengembangan teknologi ini ketika
saya ambil S2 di NZ beberapa saat lalu.

Disebut rawa karena memang air limbah dialirkan melalui media seperti rawa,
yaitu dengan air yang cukup dangkal (20-100 cm). Pada prinsipnya sama dengan
"empang biasa", hanya saja ditambahi dengan beberapa tanaman yang dapat
menyerap organik (dan katanya juga logam-logam). Dengan proses
evapotranspirasi, beberapa organik dapat diubah menjadi CO2 atau O2 dan H2O.
Sedangkan logam-logam, walupun kecepatan penyerapannya sangat rendah, namun
cukup menggairahkan. Karena, saya juga mendengar bahwa teknologi ini
bermanfat juga untuk limbah "mining" karena beberapa jenis tanaman dapat
"mendulang" emas, tembaga dan mercury (seperti pohon bunga matahari,
misalnya). Kita tinggal menuai atau mengumpulkan dan membakar (nah ini dia
masalahnya !) tanaman yang tumbuh subur di "empang" atau rawa tersebut.

Dari sisi mikrobiologi sistem rawa ini sangat menarik. Terjadi beberapa
daerah kerja mulai dari mikroba dan mikroflora aerob, anaerob, chemotrop
dll. yang kaya sekali. Anda bayangkan, di lapisan bawah terbentuk sludge
atau biomass, di sini mikroba anaerob adalah sang penguasa. Di tengah-tengah
ketinggian air ada mikroba dan mikroflora yang fakultatif aerobis
melayang-layang. Di bagian dekat permukan tentu saja aerobik dan phototrop
sangat dominan. Mereka semua bekerja sama ! Saling melemparkan makanan,
karena mereka memang makan bersama-sama, dan hanya bisa hidup harmonis bila
makan bersama-sama.

Dari sisi teknik (kimia dan hidrolika ?) Bagaimana perilaku dissolve oxygen
pada berbagai ketinggian air rawa tsb ? Bagaimana pengaturan kecepatan alir
air rawa ? Bagaimana mengatur relieve permukaan tanah serta lika-liku tepian
rawa, juga sangat menentukan bagi keberhasilan sistem rawa tersebut.

Tentang tumbuhan khas Indonesia ? Mestinya para pakar biologi tumbuhan sudah
menyelidikinya di Indonesia. Kalau belum, bagaimana kalau kita berdua serta
teman-teman di LEAD  menjadikan ini suatu proyek penelitian, juga sekaligus
teknik pembuatannya ? Di NZ sendiri teknologi ini sedang dikembangkan karena
termasuk murah (terutama di pedesaan dan pertanian). Saya pikir ini berlaku
juga di Indonesia, karena tanah kita termasuk murah (bukan di perkotaan) dan
sangat subur. Juga kelihatan indah begitu.

Sekian dulu. Bagaimana ?

Misri Gozan
Teknik Gas dan Petrokimia, FT UI
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]

-----Original Message-----
From: intan taufik <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 12 Januari 1999 8:24
Subject: Re: [envorum] Indikator Biologis


>Wah sekalian nih . . .
>Dulu saya pernah baca tentang Water Reed System, dan masih banyak istilah
>asing lainnya, tapi pada intinya tentang Penyaringan/Penjernihan air
>melalui sistem 'rawa'. Apakah ada yang pernah melakukannya? Atau mungkin
>ada yang tau bikinnya gimana?
>
>Terima kasih banyak
>
>Intan Taufik
>[EMAIL PROTECTED]
>
>>Apakah sudah ada tulisan atau makalah mengenai tumbuhan "hydrophytic" yang
>senang hidup di lahan basah (pantai, sungai, telaga, atau hutan) yang
>khusus mengenai tumbuhan di Indonesia?
>>
>>Terima kasih.
>>
>>J. Sumartojo
>>Environmental Management  Associates
>>2236 Carlyle Drive, Marietta, Georgia 30062, USA
>>[EMAIL PROTECTED]
>
>
>___________________________________________________________________
>Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
>Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
>Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum


___________________________________________________________________
Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum

Kirim email ke