>Date: 12 Jan 1999 19:15:06 Z
>From: Danial Irfachsyad <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re[2]: [envorum] Indikator Biologis
>
>
>     alo..
>
>     topiknya menarik tuh..
>     saya kemaren waktu masih di bppt, sebelon nguli(ah) lagi, sempet riset
>     treatment limbah, terutama dari air asam tambang(acid mine drainage)
>     dengan wetlands.
>
>     referensinya lumayan banyak di hp-nya Dep of Env, USA. teknologinya
>     masih baru berkembang memang, tapi pendapat saya memang sangan cocok
>     di indonesia, karena bahannya relativ mudah didapat.
>
>     teknik yang bagus, menurut pendapat saya dengan mix-and-match bakteri
>     yang di kembangkan sesuai kebutuhan. untuk masalah saya waktu itu,
>     sangat sulit mendapat bakteri yang tahan ph sampai 2-3, seperti air
>     asam, kalaupun ada, bakterinya paling kebal 4.0, jadi limbahnya perlu
>     ada pre-treatment dengan kapur (jadinya mungkin tidak cocok kalo
>     tempatnya jauh dari tambang kapur).untuk yang kondisinya tidak terlalu
>     extreme, saya pikir sudah ada bakteri yang bisa dimanfaatkan, kurang
>     tau juga karena saya bukan mikrobiologis.
>
>     hal-hal teknis yang laen, alirannya tidak terlalu besar, supaya
>     bakteri tidak terbawa arus, surface areanya besar, karena koloni
>     bakterinya berlapis lagi dari chemotrop/aerob diatas, terus
>     anaerobicnya dibawah.
>
>     bye
>
>
>
>
>______________________________ Reply Separator
_________________________________
>Subject: Re: [envorum] Indikator Biologis
>Author:  [EMAIL PROTECTED] at INTERNET
>Date:    12/01/99 12:57
>
>
>Hallo Intan,
>
>Apa yang anda maksud dgn "sistem rawa" adalah " wetland technology" ?
>Kalau ya, walau saya sendiri belum pernah mempraktekannya, tetapi saya
>pernah melihat sendiri dan berdiskusi ttg pengembangan teknologi ini ketika
>saya ambil S2 di NZ beberapa saat lalu.
>
>Disebut rawa karena memang air limbah dialirkan melalui media seperti rawa,
>yaitu dengan air yang cukup dangkal (20-100 cm). Pada prinsipnya sama
dengan
>"empang biasa", hanya saja ditambahi dengan beberapa tanaman yang dapat
>menyerap organik (dan katanya juga logam-logam). Dengan proses
>evapotranspirasi, beberapa organik dapat diubah menjadi CO2 atau O2 dan
H2O.
>Sedangkan logam-logam, walupun kecepatan penyerapannya sangat rendah, namun
>cukup menggairahkan. Karena, saya juga mendengar bahwa teknologi ini
>bermanfat juga untuk limbah "mining" karena beberapa jenis tanaman dapat
>"mendulang" emas, tembaga dan mercury (seperti pohon bunga matahari,
>misalnya). Kita tinggal menuai atau mengumpulkan dan membakar (nah ini dia
>masalahnya !) tanaman yang tumbuh subur di "empang" atau rawa tersebut.
>
>Dari sisi mikrobiologi sistem rawa ini sangat menarik. Terjadi beberapa
>daerah kerja mulai dari mikroba dan mikroflora aerob, anaerob, chemotrop
>dll. yang kaya sekali. Anda bayangkan, di lapisan bawah terbentuk sludge
>atau biomass, di sini mikroba anaerob adalah sang penguasa. Di
tengah-tengah
>ketinggian air ada mikroba dan mikroflora yang fakultatif aerobis
>melayang-layang. Di bagian dekat permukan tentu saja aerobik dan phototrop
>sangat dominan. Mereka semua bekerja sama ! Saling melemparkan makanan,
>karena mereka memang makan bersama-sama, dan hanya bisa hidup harmonis bila
>makan bersama-sama.
>
>Dari sisi teknik (kimia dan hidrolika ?) Bagaimana perilaku dissolve oxygen
>pada berbagai ketinggian air rawa tsb ? Bagaimana pengaturan kecepatan alir
>air rawa ? Bagaimana mengatur relieve permukaan tanah serta lika-liku
tepian
>rawa, juga sangat menentukan bagi keberhasilan sistem rawa tersebut.
>
>Tentang tumbuhan khas Indonesia ? Mestinya para pakar biologi tumbuhan
sudah
>menyelidikinya di Indonesia. Kalau belum, bagaimana kalau kita berdua serta
>teman-teman di LEAD  menjadikan ini suatu proyek penelitian, juga sekaligus
>teknik pembuatannya ? Di NZ sendiri teknologi ini sedang dikembangkan
karena
>termasuk murah (terutama di pedesaan dan pertanian). Saya pikir ini berlaku
>juga di Indonesia, karena tanah kita termasuk murah (bukan di perkotaan)
dan
>sangat subur. Juga kelihatan indah begitu.
>
>Sekian dulu. Bagaimana ?
>
>Misri Gozan
>Teknik Gas dan Petrokimia, FT UI
>[EMAIL PROTECTED]
>[EMAIL PROTECTED]
>
>-----Original Message-----
>From: intan taufik <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: 12 Januari 1999 8:24
>Subject: Re: [envorum] Indikator Biologis
>
>
>>Wah sekalian nih . . .
>>Dulu saya pernah baca tentang Water Reed System, dan masih banyak istilah
>>asing lainnya, tapi pada intinya tentang Penyaringan/Penjernihan air
>>melalui sistem 'rawa'. Apakah ada yang pernah melakukannya? Atau mungkin
>>ada yang tau bikinnya gimana?
>>
>>Terima kasih banyak
>>
>>Intan Taufik
>>[EMAIL PROTECTED]
>>
>>>Apakah sudah ada tulisan atau makalah mengenai tumbuhan "hydrophytic"
yang
>>senang hidup di lahan basah (pantai, sungai, telaga, atau hutan) yang
>>khusus mengenai tumbuhan di Indonesia?
>>>
>>>Terima kasih.
>>>
>>>J. Sumartojo
>>>Environmental Management  Associates
>>>2236 Carlyle Drive, Marietta, Georgia 30062, USA
>>>[EMAIL PROTECTED]
>>



___________________________________________________________________
Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum

Kirim email ke