Sekilas memberikan tambahan bagi Pak Misri, Kalau tidak salah BIOTROP juga pernah melakukan penelitian mengenai tumbuh-tumbuhan tersebut. Beberapa jenis tumbuhan yang pernah dipakai antara lain adalah eceng gondok, yang merupakan gulma sehingga perlu diperhatikan pengontrolannya. Katanya jenis ini mampu menyerap logam berat. Reeds merupakan tumbuhan yang juga terdapat di Indonesia meskipun jenisnya mungkin agak berbeda, kalau saya tidak salah ingat genusnya Phragmites. Pada dasarnya tumbuhan yang termasuk weeds berpotensi untuk dikembangkan karena kemampuannya untuk tumbuh secara cepat dan memanfaatkan kelebihan unsur hara dalam perairan, jadi peluang untuk melakukan penelitian masih terbuka sangat lebar. Salam lestari, Endah Education officer WI-IP Reed sendiri At 05:35 PM 1/12/99 +0700, you wrote: >Hallo Intan, > >Apa yang anda maksud dgn "sistem rawa" adalah " wetland technology" ? >Kalau ya, walau saya sendiri belum pernah mempraktekannya, tetapi saya >pernah melihat sendiri dan berdiskusi ttg pengembangan teknologi ini ketika >saya ambil S2 di NZ beberapa saat lalu. > >Disebut rawa karena memang air limbah dialirkan melalui media seperti rawa, >yaitu dengan air yang cukup dangkal (20-100 cm). Pada prinsipnya sama dengan >"empang biasa", hanya saja ditambahi dengan beberapa tanaman yang dapat >menyerap organik (dan katanya juga logam-logam). Dengan proses >evapotranspirasi, beberapa organik dapat diubah menjadi CO2 atau O2 dan H2O. >Sedangkan logam-logam, walupun kecepatan penyerapannya sangat rendah, namun >cukup menggairahkan. Karena, saya juga mendengar bahwa teknologi ini >bermanfat juga untuk limbah "mining" karena beberapa jenis tanaman dapat >"mendulang" emas, tembaga dan mercury (seperti pohon bunga matahari, >misalnya). Kita tinggal menuai atau mengumpulkan dan membakar (nah ini dia >masalahnya !) tanaman yang tumbuh subur di "empang" atau rawa tersebut. > >Dari sisi mikrobiologi sistem rawa ini sangat menarik. Terjadi beberapa >daerah kerja mulai dari mikroba dan mikroflora aerob, anaerob, chemotrop >dll. yang kaya sekali. Anda bayangkan, di lapisan bawah terbentuk sludge >atau biomass, di sini mikroba anaerob adalah sang penguasa. Di tengah-tengah >ketinggian air ada mikroba dan mikroflora yang fakultatif aerobis >melayang-layang. Di bagian dekat permukan tentu saja aerobik dan phototrop >sangat dominan. Mereka semua bekerja sama ! Saling melemparkan makanan, >karena mereka memang makan bersama-sama, dan hanya bisa hidup harmonis bila >makan bersama-sama. > >Dari sisi teknik (kimia dan hidrolika ?) Bagaimana perilaku dissolve oxygen >pada berbagai ketinggian air rawa tsb ? Bagaimana pengaturan kecepatan alir >air rawa ? Bagaimana mengatur relieve permukaan tanah serta lika-liku tepian >rawa, juga sangat menentukan bagi keberhasilan sistem rawa tersebut. > >Tentang tumbuhan khas Indonesia ? Mestinya para pakar biologi tumbuhan sudah >menyelidikinya di Indonesia. Kalau belum, bagaimana kalau kita berdua serta >teman-teman di LEAD menjadikan ini suatu proyek penelitian, juga sekaligus >teknik pembuatannya ? Di NZ sendiri teknologi ini sedang dikembangkan karena >termasuk murah (terutama di pedesaan dan pertanian). Saya pikir ini berlaku >juga di Indonesia, karena tanah kita termasuk murah (bukan di perkotaan) dan >sangat subur. Juga kelihatan indah begitu. > >Sekian dulu. Bagaimana ? > >Misri Gozan >Teknik Gas dan Petrokimia, FT UI >[EMAIL PROTECTED] >[EMAIL PROTECTED] > >-----Original Message----- >From: intan taufik <[EMAIL PROTECTED]> >To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> >Date: 12 Januari 1999 8:24 >Subject: Re: [envorum] Indikator Biologis > > >>Wah sekalian nih . . . >>Dulu saya pernah baca tentang Water Reed System, dan masih banyak istilah >>asing lainnya, tapi pada intinya tentang Penyaringan/Penjernihan air >>melalui sistem 'rawa'. Apakah ada yang pernah melakukannya? Atau mungkin >>ada yang tau bikinnya gimana? >> >>Terima kasih banyak >> >>Intan Taufik >>[EMAIL PROTECTED] >> >>>Apakah sudah ada tulisan atau makalah mengenai tumbuhan "hydrophytic" yang >>senang hidup di lahan basah (pantai, sungai, telaga, atau hutan) yang >>khusus mengenai tumbuhan di Indonesia? >>> >>>Terima kasih. >>> >>>J. Sumartojo >>>Environmental Management Associates >>>2236 Carlyle Drive, Marietta, Georgia 30062, USA >>>[EMAIL PROTECTED] >> >> >>___________________________________________________________________ >>Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED] >>Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED] >>Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum > > >___________________________________________________________________ >Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED] >Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED] >Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum > > ____________________________________ Wetlands International-Indonesia Programme Jl. Arzimar III no. 17 Bogor 16152 P.O Box 254/Boo Bogor 16002 Visit us at http://www.wetlands.or.id ___________________________________________________________________ Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED] Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED] Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum
Re: [envorum] Indikator Biologis
Wetlands International - Indonesia Programme Wed, 13 Jan 1999 01:33:52 -0500
- Re: [envorum] Indikator Biolo... Misri Gozan
- Re: [envorum] Indikator ... Teten W. Avianto
- Re: Re: [envorum] Indika... Wetlands International - Indonesia Programme
- Re: Re: [envorum] Indika... Djuni Pristiyanto
- Re: Re: [envorum] Indika... avian wicaksono
- Re[2]: [envorum] Indikat... Eriyawan
- Re: [envorum] Indikator ... Rina Sofiany
- Re: [envorum] Indika... Teten W. Avianto
- Re: [envorum] Indikator ... Mirza Dikari Kusrini
