Salam hijau Mas Djuni,
Wah di daerah saya di Malang sering lo mas dapat lumpur tiban, yang
dari lereng gunung Panderman, dari bukit-bukit di Lereng Gunung Arjuno,
bahkan tahun kemaren sampai memakan korban. Kota Batu yang terkenal
apelnya itu juga sempat ditimbun lumpur, Apa Bapedal mau impor lumpur
dari saya, nanti saya usahakan...hehe...hehe...lumayan komoditi non
migas.
Salam Lestari
Avian W
At 21:13 14/01/99 +0700, you wrote:
>Republika Online edisi: 14 Jan 1999
>
>Meneg LH/Kepala Bapedal:Rencana Impor
>Lumpur Tetap Dilanjutkan
>
>JAKARTA -- Pro kontra soal rencana impor lumpur galian
>(marine clay) dari Singapura terus berlanjut. Kabar
terakhir,
>Menteri Negara Lingkungan Hidup/Kepala Bapedal Panangian
>Siregar memastikan rencana ini akan terus dilanjutkan.
>
>Kendati banyak sekali pihak yang keberatan dengan rencana
ini,
>Meneg LH tetap menyatakan impor lumpur hampir pasti jadi
>dilakukan. ''Saya tidak tahu kapan dikirim ke sini. Belum
ada
>laporan dari mereka yang melaksanakan,'' ujarnya di sela
acara
>Pelantikan Pejabat Aselon I Kantor Meneg LH dan Bapedal
di
>Jakarta kemarin.
>
>Menurut menteri yang sering dituntut mundur dari jabatannya
ini,
>impor lumpur Singapura hanya masalah perdagangan semata
dan
>bukanlah hal yang harus selalu diributkan. ''Saya sudah
beberapa
>kali kemukakan soal limbah clay itu adalah soal ekspor
impor,
>soal perdagangan,'' ujarnya enteng.
>
>Dengan cara pikir demikian, Panangian menganggap sah-sah
>saja jika kita menerima bahan buangan dari negara lain
asalkan
>tidak mengganggu lingkungan. Panangian seolah tidak
>mengindahkan pendapat berbagai pakar yang keberatan
dengan
>rencana tersebut. ''Kalau memang ternyata bahan yang
dikirim
>itu bukan limbah B3, tidak ada persoalan,'' katanya.
>
>Panangian bahkan mencontohkan bagaimana praktek ekspor
>pasir laut -- yang juga banyak ditentang berbagai pihak
--
>selama ini dilakukan. ''Pasir laut yang diekspor ke
Singapura,
>tidak ada banyak persoalan, tidak ada ribut-ribut. Kenapa
kalau
>yang datang dari sana ke sini, dan menurut pengusaha kita
justru
>dapat devisa, dapat dolar kenapa harus diributkan?'' tanyanya.
>
>Panangian juga tidak bisa menjamin bahwa lumpur yang
dikirim
>itu nanti tidak mengandung B3. ''Inilah persoalannya.
Kalau
>memang nanti sudah reda dan sudah memungkinkan untuk
kita
>impor, barulah kita memulai penelitian dan pemeriksaan
>laboratorium. Kalau belum dikirim sudah ribut-ribut dulu
untuk
>apa,'' katanya.
>
>Beberapa waktu lalu, Panangian juga menegaskan bahwa dia
>tidak akan mencabut kembali rekomendasi impor lumpur
galian
>ini. Mengenai keberatan berbagai pihak, Panangian
menyatakan
>dia hanya meneruskan apa yang sudah dilakukan Memeg LH
>sebelumnya. ''Sebelum saya, rekomendasi itu sudah
dikeluarkan
>oleh Meneg LH sebelumnya yaitu Sarwono Kusumaatmadja.
>Saya kan hanya melanjutkan,'' elaknya.
>
>Masalah impor lumpur galian ini ramai dibicarakan
setelah
>muncul rencana proyek percontohan rehabilitasi mangrove
di
>Teluk Pelambung, Riau. Lumpur galian ini berasal dari
proyek
>MRT Mass Rapid Transport di Singapura. Singapura sendiri
>menyatakan tidak akan mengirim bahan galian ini jika
menjadi
>masalah di Indonesia.
>
>Sebelumnya, Menko Polkam Faisal Tandjung telah
>membatalkan rekomendasi impor buangan limbah dari
Singapura
>ini. Hal ini dikemukakan Ketua Komisi D DPRD Riau,
Khaidir,
>beberapa waktu lalu kepada Republika. Rencananya materi
>bahan buangan yang akan ditimbun di Teluk Pelambung dan
>Pulau Nipah ini sebanyak 10 juta meter kubik.
>
>Prof M Daud Silalahi, pakar hukum lingkungan Unpad
>menyatakan Meneg LH dapat dikenai ancaman hukuman pidana
>bila impor lumpur galian dari Singapura terbukti membahayakan
>masyarakat dan lingkungan. ''Karena sudah menyangkut hajat
>hidup orang banyak, kasus impor lumpur itu tak bisa dibiarkan
>begitu saja,'' ujarnya beberapa waktu lalu.
>
>Persoalan ini, ujarnya, tidak bisa dianggap sepele. Dampak dari
>limbah beracun akan terasa pada waktu yang cukup lama.
>''Masa kita harus menunggu dulu supaya dampaknya terlihat,''
>katanya.
>
>Pejabat Aselon I yang dilantik kemarin adalah Sudarsono SH
>sebagai Sekretaris Meneg LH/Sekretaris Utama Bapedal, Ir
>Aca Sugandhy MSc sebagai Asmen Bidang Pengelolaan
>Lingkungan Alam/Deputi Pengendalian Kerusakan, Prof
>Haryoto K MPH sebagai Asmen Pengelolaan Lingkungan
>Buatan/Deputi Pengendalian Pencemaran, Sidik Poernomo
>MPA sebagai Asmen LH Pengelolaan LH Sosial/Deputi
>Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan SDM, Drs Effendi A
>Sumardja MSc sebagai Deputi Penegakan Hukum dan Amdal.
>
>Sedangkan sebagai staf ahli yang dilantik adalah Drs Adam
>Ibrahim Indrawidjaja MPA sebagai Staf Ahli Ekonomi LH, Prof
>Dr Hadi S Alikodra sebagai Staf Ahli Teknologi LH, Laksda
>TNI (Purn) Hambar Martono sebagai Staf Ahli Hukum LH dan
>Prof Dr Kasumbogo Untung sebagai Staf Ahli LH Global.
>
>___________________________________________________________________
>Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
>Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
>Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum
>
>BARU!! Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]
>
Avian Wicaksono
BIOLOGI/FMIPA UNIBRAW MALANG
Residence:
Jl. Raya Candi III/65, Malang 65146
Phone: +62 0341-580334
Mailto: [EMAIL PROTECTED]
___________________________________________________________________ Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED] Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED] Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum BARU!! Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]
