Atau lumpurnya itu kita ekspor ke Belanda atau Jepang, karena mereka sekarang sibuk menguruk laut untuk dijadikan daratan?

Salam,
Djuni Lethek

At 07:10 15/01/99 +0700, you wrote:
>>>>
Salam hijau Mas Djuni,

Wah di daerah saya di Malang sering lo mas dapat lumpur tiban, yang dari lereng gunung Panderman, dari bukit-bukit di Lereng Gunung Arjuno, bahkan tahun kemaren sampai memakan korban. Kota Batu yang terkenal apelnya itu juga sempat ditimbun lumpur, Apa Bapedal mau impor lumpur dari saya, nanti saya usahakan...hehe...hehe...lumayan komoditi non migas.

Salam Lestari
Avian W

At 21:13 14/01/99 +0700, you wrote:
>Republika Online edisi: 14 Jan 1999
>
>Meneg LH/Kepala Bapedal:Rencana Impor
>Lumpur Tetap Dilanjutkan

___________________________________________________________________ Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED] Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED] Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum
BARU!! Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke