SUARA PEMBARUAN DAILY, Minggu, 24 Januari 1999

La Nina Di Pekalongan Menguntungkan Nelayan

Pekalongan, Pembaruan

Bencana bahaya La Nina yang sangat diperhitungkan dan ditakuti oleh
sebagian masyarakat, ternyata justru mendatangkan keuntungan bagi para
nelayan di sepanjang pantai Pekalongan. 

Sejak sebulan terakhir ini, para nelayan di pantai Pekalongan larut dalam
kegembiraan karena melimpahnya hasil tangkapan ikan. Mereka bisa menikmati
panen ikan menjelang lebaran. Tak mengherakan kalau suasana lebaran di
Pekalongan tahun ini tampak lebih semarak dibanding tahun sebelumnya.

''Ikan banyak didapat, harga sedang meningkat,'' kata seorang pengusaha
kapal Pekalongan Mohammad Rusman yang menyewakan kapalnya kepada para
nelayan yang membutuhkan. Menurutnya, para pemilik kapal dan para nelayan
sebelumnya sempat bergeming mendengar akan adanya bahaya La Nina. 

Apalagi tanda-tanda itu sudah mulai tampak di perairan Pekalongan dengan
datangnya gelombang pasang air laut dan munculnya banjir akibat curah hujan
yang sangat tinggi. Tetapi kenyataan yang didapat, hasil tangkapan ikan
sangat banyak sehingga menyelang lebaran mereka mendapatkan hasil yang
cukup memadai. 

Kepala Pelabuhan Perikanan Pekalongan Ir. Abdul Rochim ketika ditanya
membenarkan adanya gejala La Nina dengan munculnya gelompang pasar air
laut.(057)

---------------------------------
511 Rumah Di Pekanbaru Terendam Air 

Pekanbaru, Pembaruan

Banjir akibat meluapnya air sungai Siak di Pekanbaru sampai Mingu (24/1)
pagi masih berlangsung walaupun sudah menunjukkan penurunan dibanding
minggu lalu. Luapan air yang pernah mencapai lebih dua meter dari permukaan
sungai, kini surut lebih dari 50 centimeter. 

Akibat banjir yang sudah berlangsung selama sepekan itu tercatat 200 rumah
dari 485 kepala keluarga yang berada di kampung dalam, Kecamatan Senapelan,
tegenang air. Sedangkan di kelurahan Meranti Pandak, mengakibatkan 311
rumah penduduk tergenang.

Kakanwil Depsos Riau Drs. Rustam Effendi dalam keterangan kepada Pembaruan
Sabtu (23/1) sore menyebutkan instansinya telah memberikan bantuan kepada
para korban berupa satu ton beras. Selain itu disiapkan pula sejumlah
petugas Depsos guna memantau kemungkinan terjadinya luapan air susulan.

Namun yang perlu mendapat perhatikan lebih lanjut adalah kemungkinan
munculnya penyakit usai air sungai Siak surut. Karena itu Departemen
Kesehatan dan instansi terkait lainnya perlu juga melakukan
antisipasi.Menurut data yang ada di Kanwil Depsos Riau di Kecamatan Rumbai
terdapat 1680 KK yang perlu mendapat bantuan akibat banjir tersebut.
Sementara Caltex
berjanji mendrop obat-obatan dan sembako bagi penduduk yang terkena musibah
tersebut.

Selain itu diharapkan bagi instansi-instansi pemerintah maupun swasta untuk
ikut membantu menanggulangi musibah ini. Meski air sungai Siak Minggu
(24/1) pagi telah surut akan tetapi hujan yang terjadi di hulu masih
memungkinkan naik permukaan air, sehingga penduduk yang diam
didaerah-daerah rawan perlu waspada. (M-8)

The CyberNews was brought to You by the OnLine Staff

Last modified: 1/24/99 


___________________________________________________________________
Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum

BARU!! Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke