> HIPNOTIS
> Pelakunya Juga Gentayangan di Mal 
> Lembito tak pernah membayangkan bahwa anaknya menjadi korban penipuan konyol 
> dengan modus hipnotis. Ketika pergi ke Mal Pondok Indah bersama istri dan 
> kedua anaknya, Minggu (26/2) sekitar pukul 15.00, ia juga merasa tak ada yang 
> tak beres.
> Setibanya di PIM I, ia dan istrinya pergi ke Metro, sementara kedua anaknya, 
> Mario (16) dan Marcel (14), menuju Gramedia. Setelah membeli baterai isi 
> ulang, Marcel berpisah dengan Mario dan berjalan menuju jembatan penghubung 
> (skywalk) antara PIM I dan PIM II. Di tengah jembatan, Marcel bertemu dengan 
> seorang pria berkaus oranye dan bersandal jepit yang menanyakan di mana letak 
> toko yang menjual busana daerah.
> Tentu saja Marcel kebingungan karena memang tidak tahu. Situasi psikis yang 
> terkejut sejenak itulah yang dimanfaatkan orang itu. Ia memberi Marcel sebuah 
> tembaga berbentuk silinder. Dalam waktu hampir bersamaan, dari arah PIM I 
> melintas seorang pria berbaju kotak-kotak berpenampilan seperti pelajar. Pria 
> berkaus tadi juga memberikan benda yang sama kepada pria yang baru datang.
> Pria kedua itu bertanya kepada Marcel benda apa itu. Jangan-jangan benda 
> jahat. > "> Ayo kita tanyakan kepada orang yang ngasih tadi,> ">  ajak pria 
> kedua, seperti ditirukan Marcel.
> Saat bertemu, orang pertama mengatakan, mereka harus mengikuti tes kejujuran 
> dan mematikan telepon selulernya kalau ingin tahu benda apa itu.
> Orang itu kemudian bertanya kepada pria kedua berapa uang di dalam dompetnya, 
> yang dijawabnya Rp 300.000. Apakah punya simpanan uang di ATM? Dijawab, Rp 2 
> juta di Bank Mandiri. Bahkan, nomor PIN-nya juga diberikan.
> Pertanyaan yang sama diajukan kepada Marcel. Seperti dicocok hidungnya, ia 
> menjawab polos. Ia juga memberikan nomor PIN dari kartu Niaga Visa 
> Elektronnya.
> Setelah melakukan tes kejujuran, orang yang kemungkinan besar adalah kawan 
> penipu itu meminta temannya membeli jarum di lantai atas. Marcel dan orang 
> itu duduk di tangga sambil menunggu pesanan jarum. Sebelum pergi, pria yang 
> membeli jarum itu menitipkan dompet dan telepon selulernya kepada Marcel.
> Tidak berapa lama, pesanan jarum datang. Kemudian Marcel gantian diminta 
> pergi untuk membeli benang di toko di lantai atas. Sebelum pergi, ia diminta 
> menitipkan dompet dan telepon selulernya kepada pria yang membeli jarum. 
> Karena tidak menemukan toko benang, Marcel kembali ke tempat kedua orang itu 
> menunggu.
> Ternyata keduanya sudah tidak ada. Barulah Marcel sadar telah ditipu. Sebuah 
> telepon seluler, dompet berisi Rp 40.000, dan sebuah kartu ATM lenyap.
> Marcel bertanya kepada orang-orang yang ada di sekitar lokasi kejadian, 
> tetapi tidak ada yang tahu. Ia lalu melaporkan kejadian itu kepada petugas 
> keamanan di pelataran parkir PIM I. Setelah itu, Marcel langsung menemui 
> Mario di Gramedia dan menghubungi orangtuanya.
> Lembito langsung menghubungi pihak layanan ATM untuk memblokir nomor 
> tersebut. Soal saldonya, penjahat itu sudah berhasil menarik uang sekitar Rp 
> 200.000.
> Di Jakarta, kejahatan memang bisa menimpa siapa saja. Hati-hati adalah kata 
> kuncinya.(jpe)
> 


************************************************************************
Mantan BBD's mailing list
* Post message : [email protected] 
* Subscribe    : [EMAIL PROTECTED] 
* Unsubscribe  : [EMAIL PROTECTED] 
* List owner   : [EMAIL PROTECTED] 
* Mail Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
************************************************************************
Kunjungi Blog MANTAN BBD di http://mantan-bbd.blogspot.com
************************************************************************ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/estika/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke