tidak jelas apa latar belakang pemerintah mencantumkan agama di KTP. Kalau mau
menunjukan kealiman bangsa....apa hasil nyata dari kealiman itu???
ketika kita menunjukan KTP seolah2 menyatakan "lihatlah saya, saya orang alim
dari agama X . Hal itu sangat ironis karena terlihat gagah2-an beragama
terhadap sesama anak bangsa yang menganut agama lain. Mengapa kita cenderung
sok2-an terhadap sesama Indonesia mengapa tidak tunjukan kealiman kepada dunia
dengan menunjukan agama di passport??? Nyatanya di passport tidak di tunjukan
agama. Malu terhadap bangsa lain tapi tidak malu terhadap bangsa sendiri?
Ataukah ada alasan lain?
salam dan hormat
Imron <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Adanya diskriminasi bukan akibat langsung dari pencantuman kolom
agama. Tapi dari manusianya itu sendiri. Diskrminasi yg terjadi justu lebih
banyak karena status sosial ekonomi sso, berapa banyak yg bisa diberikan kepada
pejabat pelayan publik.
Yang jelas, selama pemerintah dan bangsa ini mengakui adanya Tuhan dalam dasar
negaranya, maka tidak ada alasan bagi masyarakat utk khawatir thd hal itu.
Jelas bahwa kita tidak mengakui seseorang tidak beragama, karena kalau kita
mengakui maka mari kita amandemen terlebih dahulu dasar2 negara kita.
Menurut saya, kalau kita timbang2, lebih banyak untungnya pencantuman kolom
agama ketimbang tidak sama sekali. Ada mungkin hal2 ygnegatif, tapi itu
tidaklah besar dan prinsipil.