Karena itu saya sangat heran-seherannya, aparatur pemerintahan negara ini yang 
tidak beres pimpinannya atau para pembantunya?
  Peribahasa yang cocok untuk orang seperti model 
Sofyan-Aburizal-Yusril-HamidAw-Kalla adalah "buruk muka cermin dibelah". Mereka 
seolah tidak paham hakikat demokrasi, tidak menjiwai makna kebebasan 
berpendapat, dan lebih menyedihkan lagi mereka para pejabat dan pimpinan 
nasional tidak intropeksi apa yang telah mereka lakukan demi negara sebagai 
imbalan atas gaji dan fasilitas serta kepercayaan masyarakat terhadap mereka, 
sunggugh menyedihkan kelakuan pimpinan nasional seperti ini.
   
  Sejak awal; bravo Republik BBM!
  Saatnya presiden dan pembantunya bercermin atas "dandanan" mereka yang tidak 
elok.
   
  fight corruption
  fight stupidity cause high school fee
  ibud
   
   
   

Mariana Amiruddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          
Aku perhatikan terutama ketika dikeluarkan Tokoh Presiden Suharta...
Nah, baru deh kayak cacing kepanasan. Sebelumnya nggak apa-apa,
karena saya perhatikan tokoh-tokoh tersebut diarahkan positif,
artinya kelucuannya elegan dan mendidik.

Mariana

Kirim email ke