Yang dibenci hanya TKI saja.. Karena 'merugikan' TK mereka..
Kalau dana (capital flight), pasir, bumn dll yang menguntungkan mereka,
mana mungkin dibenci lah..

Jadi mereka itu jelas.. licik.. mau bagusnya doank.. gak mau
diganggu/dirugikan..
Manusiawi sih.. cuma tetap saja licik..
Giliran Indonesia, gak boleh 'kesal'.. dikit" disuruh ngaca..
Sementara mereka kalau datang ke Indonesia, buang sampah saja sembarangan..
Hipokrit!!!

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

On 3/4/07, goenardjoadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Pak Haniwar,
>
> itu bisa dimaklumi pak..... lebih dari separo Warga Negara Singapore
> hidup dari UMS [upah minimum singapore] yang gak naik-naik karena
> banyak sekali PRT asal TKI yang mau bekerja 15 jam setiap hari libur
> sehari seminggu, dengan bayaran lebih rendah,
>
> jadi banyak sekali Warga Negara Singapore yang hidupnya juga susah,
> menjadi kasir supermarket, SPG, sampling girl, sopir taxi, dll.
>
> salam,
> GG

Kirim email ke