Kita tunggu saja Somasinya.... bener atau tidak.....
kalaupun ada Somasi, nanti kita cermati.... apa yang disomasi???
Trus kalau sudah Somasi.... kita lihat kelanjutannya... mau diproses apa...
pidana atau perdata??
Barangkali bisa jadi pelajaran ......
Mengingat beberapa kali kita dengar.. pejabat mengatakan sesuatu.. ternyata
hal itu hanyalah merupakan pendapat pribadinya.. bukan kelembagaan atau
pelaksanaan perintah dari atasannya....
[seperti halnya ucapan seorang pejabat beberapa waktu lalu berkaitan dengan
banjir..... ]
Gak jelas Motivasinya.....
Istilah dalam bahasa Jawa ... Pating Clebung ......
Yang perlu dicermati adalah adanya kemungkinan untuk menghentikan program
Republik BBM tersebut melalui pernyataan akan di somasi ini... Karena setahu
saya kontrak untuk menjadi sponsor acara ini dengan suatu perusahaan besar akan
berakhir (mungkin sudah berakhir)....
Sehingga dengan adanya pernyataan tersebut, ada kemungkinan si perusahaan
besar tersebut tidak akan memperpanjang kontraknya (tidak bersedia mensponsori
lagi) ..... dan barangkali perusahaan lain akan pikir-pikir atau bahkan tidak
berminat untuk mengikat kontrak menjadi sponsor acara ini... Mana ada
perusahaan mau menjadi sponsor kalau kesinambungan suatu acara dapat
sewaktu-waktu dihentikan karena di somasi dan kemudian dihentikan oleh pihak
yang berwenang....
Kalau sinyalemen ini benar ... ya .. bisa kita katakan bahwa "cara baru"
pembredelan atau pembungkaman kreatifitas ... telah ditemukan....
Mudah-mudahan sinyalemen ini salah... dan Indonesia semakin maju
Demokrasinya.....
Hidup INDONESIA .....
DS
Mariana Amiruddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Aku perhatikan terutama ketika dikeluarkan Tokoh Presiden Suharta...
Nah, baru deh kayak cacing kepanasan. Sebelumnya nggak apa-apa,
karena saya perhatikan tokoh-tokoh tersebut diarahkan positif,
artinya kelucuannya elegan dan mendidik.
Mariana