saya bangga jika para pemimpin kita fasih berbahasa asing, karena ini sangat
diperlukan dalam pergaulan di pentas dunia, karena bagaimanapun sekarang ini
mau tidak mau bahwa bahasa inggris sangat diperlukan dalam bisnis maupun karir,
bahkan sekarang ini bahasa mandarin, lihat saja iklan-iklan lowongan kerja
hampir 90 % menggunakan bahasa asing, saya pun bisa berkarir cukup baik di
perusahaan asing karena saya bisa berbahasa inggris, walaupun saya berbahasa
indonesia bahkan bahasa sunda.
menyoal orang perancis memang sudah dari sononya enggan menggunakan bahasa
inggris, mungkin karena sejarah masa lalu dimana perancis dan inggris
berkali-kali berperang dan bermusuhan, orang perancis bangga pada bahasanya
sendiri, pengalaman saya bekerja diperusahaan perancis, banyak diantara
expatriatnya enggan berbahasa inggris walaupun bisa berbahasa inggris, sehingga
kita para karyawannya dianjurkan untuk kursus bahasa perancis walaupun secara
formal seluruh korespondensi formal perusahaan ditulis dalam bahasa inggris.
menyoal keindonesian kita ? negeri yang carut marut dengan berbagai macam
persoalan yang melilit, budaya yang cenderung semakin semau gw, dan mudah
menyalahkan orang lain namun juga mudah melupakan dan memaafkan (permisif),
mikul duwur mendem jero, korupsi dianggap biasa, pejabat kayaraya dianggap
lumrah.
kita yang memiliki bahasa indonesia tetap saja tidak mau rukun, poso, ambon,
bahkan dulu sampit.
kalau ingin menjadi bangsa yang dihargai dunia dan bangsa lain jadilah bangsa
yang menguasai IPTEK, lihat saja Jepang dan Korea, mereka bangga menggunakan
bahasanya sendiri, itu akan anda alami sendiri begitu anda menjejakan kaki di
bumi jepang dan korea, bagaimana anda bisa-bisa nyaris frustasi membaca huruf
kanji dimana-mana, mereka tidak perduli, mereka berani bilang "this is my
country",
kita ? iptek cuman jadi bahan kajian di universitas dan penelitian, bikin
mesin mobil saja belum bisa, semuanya made in jepang, made in korea, bahkan
korek api saja made in china. Lantas bagaimana anda bisa membanggakan bahasa
indonesia di pentas dunia ????
jangan lupa kita masih termasuk negeri terkorup didunia......
salam
iwan
Yuliati Soebeno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hee...hee...hee..barangkali Pak KK akan jawab begini, mas Steven:" Je
suis d'accord avec votre avis, mon ami".
Au revoir, (jabat erat - KK) -
Apa malahan pak KK mau jawab pakai bahasa Sunda ya?
Ya IMHO, kalau Presiden Indonesia sebisa-bisanya selalu memakai bahasa
Indonesia, dan jika harus berpidato diluar negri, mungkin harus membawa
"interpreter" (penterjemah langsung), supaya orang yang hadir bisa mengerti apa
yang dibicarakan. Juga kalau Presiden menerima tamu dari luar negri, semestinya
bicara dalam bahasa Indonesia saja.
A bientot,
Yuli