Saya juga percaya bahwa Islam tidak membeda-bedakan manusia, seperti yang Anda
katakan. Saya juga percaya bahwa "tanggung jawab" tidak bisa di-share. Tapi,
mungkin tafsir kita sedikit beda, Pak Nurdin. Setidaknya, yang saya tahu dalam
ajaran Islam tak ada eksplisit dikatakan bahwa laki-laki punya tanggung jawab
lebih tinggi daripada perempuan. Bahwa Anda berpendapat demikian, itu adalah
tafsir terhadap apa yang tak secara eksplisit dikatakan Qur'an.
Soal tanggung jawab ini, ya betul, tanggung jawab tak bisa di-share, sebab
setiap orang bertanggung jawab terhadap tindakan masing-masing, tak peduli ia
laki-laki atau perempuan. Jadi, ini bukan soal besar atau kecil, tapi soal
tanggung jawab pribadi. Saya tak begitu percaya pada apa yang namanya "tanggung
jawab kolektif." Jika laki-laki punya tanggung jawab terhadap keluarganya,
perempuan pun demikian.
Pada akhirnya, seperti Anda sebutkan, dalam Islam satu-satunya hal yang
membedakan satu manusia dari manusia lainnya adalah ketakwaannya. Ini saya bisa
terima dan ini sangat adil.
manneke
nurdin hasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
pak manneke,
saya juga salah seorang yg kerap menikmati gaya tulisan bapak. pada akhirnya
isinya enak juga saya cerna.
hmm.....agama [islam], memang kadang-kadang dipakai untuk pembenaran apa yg
seseorang atau sekelompok orang lakukan.
saya pernah kerja di pedesaan di jambi sana, beberapa laki-laki yang cukup
punya duit, kemudian bermodalkan [kopiah] haji, mempraktekan usaha "simpan
pinjam" yg pada akhirnya membelenggu si peminjam dgn utang yg tdk bakalan mampu
ia bayar. sampai kain kafan pun ia minjam. maka kemudian anak-anaknyalah yg
mewarisi utang orang tuanya. tapi sang "haji" tadi masih dihormati sbg orang yg
dituakan.
pak, setahu saya (dalam islam) tidak ada yg lebih mulia dari setiap manusia,
kecuali ia punya nilai ketaqwaan yg tinggi. (taqwa is..bla..bla..)
tapi bahwa lelaki punya tanggung jawab lebih, menurut saya iya. ia bertanggung
jawab terhadap keluarganya. dan kelak itu akan dimintai pertanggungjawabannya.
gitu yg saya tahu.
nah, tanggung jawab khan inheren dgn tugas-tugas (atau sebaliknya ya).
tugas-tugas/kewajiban itulah yg bisa saling di koordinasikan, di share atau di
delegasikan. hingga tujuan (kalau tadi berkeluarga) ya tercapai. gitu. nah dari
implementasi tugas-tugas ini ada yg oke ada yg belum oke di mata tuhan. itu
pada akhirnya yg dinilai sbg buah ketaqwaan. tapi tanggung jawab tidak bisa di
share khan..?
barangkali itu yg dimaksud laki-laki "lebih tinggi" oleh pak eko? apa iya?
wallahu a'lam
salam hangat,
nurdin has
Manneke Budiman wrote:
He he, agama lagi nih larinya. kayanya Anda mesti konsultasi ama Musdah Mulia,
ahli islam yang juga feminis, untuk melihat apa betul islam mengajarkan bahwa
laki-laki lebih tinggi daripada perempuan.
Ooooh, Islam, malangnya nasibmu. Selalu saja ada orang yang mencatut nama
baikmu untuk membenarkan pemikiran/tindakan mereka yang keliru. Kemuliaanmu
yang besar dipakai untuk membenarkan terorisme, poligami, ketidaksetaraan, yang
sebetulnya cuma wujud keserakahan dan kebathilan manusia saja....
manneke
EKO KERTAJAYA wrote:
Salam
Sedikit informasi mbak, tidak semua jawaban dari pertanyaan itu adalah manusia.
Di kalangan muslim diajarkan bahwa tangan kanan lebih utama dibandingkan tangan
kiri, peran laki2 lebih tinggi tanggung jawabnya dibandingkan dengan wanita dsb.
Semua itu adalah bersumber dari kitab Allah dan sunnah Rasul. Dan dalam perannya
tidak ada yang baik-buruk, atas-bawah dsb, namun merujuk pada keutamaan
perannya.
Maaf jika ada yang salah
Wasallam
---------------------------------
New Yahoo! Mail is the ultimate force in competitive emailing. Find out more
at the Yahoo! Mail Championships. Plus: play games and win prizes.
[Non-text portions of this message have been removed]