Mas Manneke.. Kalau klarifikasi sy.. sy nggak terombang ambing kok,,, jelas bg saya .. poligami dibolehkan oleh Islam hanya sbg jalan darurat.. dan bukan sesuatu yang dianjurkan..
Sekedar utk jika pilihan lain lebih buruk... misal dr pada nggak adil pada anak yatim. walau yg dinikahi cuma satu.... :) Atau entah kenapa , suami jatuh cinta lagi, seperti cinta sucinya Iwan Sastrawijaya dengan alm. Alda.. , lalu kalau nggak bisa tahan.utk memutus cinta, . ya mending poligami atau cerai dari pada berzinah.. ( maaf utk contohnya, kalau nggak berkenan.. soalnya aku sering tertarik lihat kisah nya Alda di infotaintment ) Setahu saya banyak sekali muslim yg kira kira berpendapat poligami bukan suruhan/anjuran..namun boleh... , tapi mereka sendiri tidak ingin beristri lebih dari satu.... mrk .. nggak mau kalau sampai menyatakan poligami sbg "terlarang" karena ayatnya jelas membolehkan walau dengan berbagai syarat.. Kebanyakan yg dituduh pro poligamy disini.. sebenarnya berprinsip seperti ini termasuk., Mas Satria.. Mas Martin dan banyak lagi... jadi salah kaprah tuduhannya...smile.. Sehingga menurut sy yg sebaiknya dilakukan adalah .. discouraging poligami... dan encouraging monogami dengan dalil dalil agama.. krn masalahnya justru disitu.. dan saya yakin itu bisa... Ini kan seperti kampanye pencitraan juga..kampanye sedemikian dengan hujjah (argumentasi) yang benar.....sehingga citra yang harusnya diterima. (menurut sy dan yang sepaham ) .adalah . monogami dgn keluarga sakinah menjadi keutamaan... Para pejuang kesetaraan perempuan.. harus lebih "smart "... dengan tidak membawa slogan... say no to poligamy ( dalam artian poligamy terlarang secara umum, kalau secara khusus boleh saja diri pribadi berprinsip menolak poliginy ) tapi lebih ..dengan melakukan kampanya discouraging encouraging itu itu.. contohnya... seorang muslimah . teman sy melakukan itu dengan mengutip sebuah riwayat dari hadis ..dimana nabi Muhamad. selain tidak berpoligami saat Khadijah hidup, bahkan masih selalu terkenang saat istrinya sudah meninggal, dimana di riwayatkan.. ketika nabi melihat seorang wanita berjalan... dimana jalannnya mirip Khadidjah.. beliau langsung terkenang almarhum istrinya..., teman muslimah sy itu menulis..tulisan pendek yang indah ". saya ingin dicintai suamku seperti nabi mencintai Khadidjah ". Orang Islam sejati... biasanya sangat ingin meniru apapun yang dilakukan oleh Nabi nya.. nah kalau yg di contohkan yang keutamaan monogaminya kan cocok...., para feminis senang.. lalu para muslim juga nggak keberatan... Coba lihat Bu Shinta Nuriah Wahid..tadi malam kan juga nggak kampanye ttg say no poligamy kan... cuma pada KDRT..dan pendidikan/kemiskinan.... , ( setidaknya begitu yang saya tangkap di ucapkan di News dot com kemarin..) Semua agama.. sptnya bisa ditafsirkan hitam atau putih... , maka kita usahakan lah tafsirnya jd putih. Itu yang dilakukan ummat Kristen.. ketika mencitrakan agamanya sbg agama cinta kasih... padahal,,, kalau kita mau korek kitab injil... akan banyak kita temui ayat ayat yg sama kerasnya dengan ayat yg biasa di kutip Islam garis keras. semboyan .".an eye for an eye" misalnya " Lha memang asal muasal kedua agama ini sama.. Menurut saya kita juga bisa meluruskan citra Islam sebagai agama yang sejatinya lebih dari sekedar kasih sayang..., bayangkan.. Islam adalah "rahmat bagi semesta alam.". artinya.. cinta seorang muslim/ah bukan hanya pada manusia tapi meluas pada segenap ciptaannya termasuk alam.. Lalu lagi, setiap mau berbuat sesuatu , harus DIDAHULUI mengucap Basmallah.., yang artinya "dengan nama Allah yg Maha Pengasih dan Penyayang," arti semangatnya , sifat pengasih dan penyayang ini menjadi hal utama kalau mau kita mengerjakan sesuatu.. Masih belum cukup...... tiap hari 5 kali sholat... jika pada awal sholat dipentingkan hubungan dengan Allah, dengan bertakbir Allahu Akbar, pastilah pada akhirnya di tutup dengan mengucap salam kepada manusia , dengan dua kali salam, tiap sholat sambil memalingkanb muka kiri dan kanan, , artinya mendoakan manusia semuanya salam ( damai ) dan mendapat rahmat dan berkahNya. Bayangkan .. keseharian yang seperti itu.. , bagaimana mungkin Islam menjadi agama " yang kalah " dalam soal kasih sayang/.. Maksud saya penggalian yang benar pada Islam .. insya Allah justru akan menuju pada Islam yang berwajah damai.. yang anti KDRT.. dan memuliakan wanita... , jadi Mbak Mariana kenapa takut berdiskusi membawa dalil agama.. selama tidak menolak ayat ayatnya.. tapi menempatkannya pada posisi yang benar . juga dalam poligami itu. Tentunya dengan cara dan kata yang sopan santun.. tidak menyakiti....kalau toh ada yang bicara keras... ya tinggalkan saja diskusi... percuma diteruskan.... Harapan sy perlahan lahan .. kita ( lelaki perempuan,, atau ..suami istri) bisa punya nilai yang sama dan benar ttg poligami menurut Islam.. , seperti kata seorang muslimah dalam diskusi poligami di sebuah milis lain.. seperti ini : >It's not about dilarang atau > tidaknya poligami, atau setuju/tidak setuju poligami. Tentang itu, saya > merasa bahwa minimal hampir semuanya di milis ini , termasuk saya, sependapat > poligami boleh. > > It's simply a question of: do we do it for the right cause/reasons (and we > may disagree, too, on what the right causes are), and are we doing it the > right way like Rasulullah did? Kemudian, hal yang juga saya pikir penting > adalah > kesamaan visi antara suami dan istri tentang perkawinan. Keyakinan dan > persepsi suami dan istri tentang "apa dan bagaimana poligami, apa mereka > anggap benar dan apa yang keliru menyangkut poligami" harus sama, demikian > juga arti istri bagi suami dan arti sang suami bagi istrinya, kalau tidak, > maka bisa jadi ada yang broken heart unnecessarily or least unprepared, . Saya lihat .. Bu Mariana semalam di Kerajaan mimpi news dot com. ... salam kenal bu... ternyata masih muda... pantas semangat tinggi ..:) Seorang muslimah lain.. dimilis itu.. bilang.." the more you understand Islam.. the more you tolerate. ". Sedang Bung Karno bilang.. pintu idjtihad perlu di buka selebar lebarnya.. sehingga yang didapat apinya islam sejati bukan debu ... kebudayaan Arab nya... :) Discouraging... seperti kata mas Manneke... aku amat setuju.... Wanita muslimah yang pandai seperti Bu Shinta... Bu Musdah... dan teman muslimah di milis saya itu bisa jadi motornya... Tentu akan ada yang dis agree.... itu pasti... tapi perlahan dan pasti... akan sampai juga . bahwa perempuan di negara kita ini.. mendapat posisi yang seharusnya ... menurut saya.. seperti kata Bu Nuriah.. persoalaan terbesarnya di Indonesia ini sebenarnya kemiskinan kok... kalau posisi wanitanya sebenarnya relatip sudah banyak yang harus disyukuri.. di keluarga saya... kakek saya poligami... ayah tidak .. saya juga tidak... dan banyak keluarga Minang saya.. yang juga tepat begitu.. walau nggak punya data pasti.. saya rasa poligami sebenarnya berkurang... Mungkin perjalanan perjuagannya masih panjang,, tapi mengutip perkataan pak Fahmi Idris yang kebetulan saya temui tadi sang " justru indahnya adalah menikmati kemenangan yang didapat setelah melalui perjalanan/perjuangan panjang " Salam Haniwar At 11:26 AM 3/12/2007, you wrote: >Posisi Anda sendiri hingga kini masih terkesan terombang-ambing antara >apakah Islam menganjurkan poligami (sebagai teladan nabi) atau sebetulnya >malah tak menyukai praktik poligami (karena menjadi sumber ketidakadilan). >Saya senang bahwa Anda bersikap positif terhadap posting-posting yang >memperlihatkan bahwa agama pun tak memandang poligamis sebagai hal positif >atau ideal. tapi, saya juga masih bisa merasakan reserve Anda serta >kecenderungan untuk tetap berpendapat bahwa agama membolehkan poligami. > >Bagi saya, "membolehkan" (allowing) dan "tak menganjurkan" (discouraging) >adalah dua hal yang secara fundamental berbeda. Dan di sinilah letak >perbedaan antara pendukung dan penentang poligami, ketika perdebatan sudah >dibawa masuk ke wilayah agama. Tafsir saya sendiri adalah bawah Islam >cenderung "tak menganjurkan" poligami. Ini selaras dengan pendirian para >aktivis perempuan Muslim juga, jadi bukan karena saya non-Muslim. > >Begitu klarifikasi saya, Pak. > >manneke
