> UU, berarti ini proyek besar, dan proyek ini akan menyedot dana yang > TIDAK SEDIKIT dari kas NEGARA (karena sumber dananya dari RAPBN). > BIAYA WAMIL: 30 JUTA/ORANG UNTUK 30 HARI (=1 juta/orang/hari). 2X30 > hari berarti 2X30 Juta = 60 Juta/orang.Berapa orang yang akan ikut? > Beberapa teman dalam diskusi terdahulu sudah menghitungnya. Silahkan > lihat email-email terdahulu menyangkut topik ini. > 2) Tidak setuju karena saya ragu akan keberhasilan mega proyek ini. > Alasannya: dari SEGI WAKTU (LAMANYA)pelatihan yang hanya 30 HARI. Saya > belum pernah melihat/mendengar/membaca ada orang yang mampu melatih > orang lain menjadi mampu berubah/berkembang sedemikian hebat (antara > lain seperti yang saudara harapkan/bayangkan sebagai hasil dari WAMIL > itu) hanya dalam waktu 30 hari. Kalau lamanya 2 tahun barangkali bisa > berhasil. > Ide "gado-gado"
Setuju sekali pak. Dari segi fisik saja sangat sulit untuk melatih seseorang yang mungkin berolah raga saja 1 tahun sekali :). Di amerika saja biasanya calon tentara harus berada di "reception" untuk memulai latihan pengalihan dari kehidupan sipil ke militer paling tidak sekitar 2 minggu. Di sini mereka mulai dilatih untuk menerima bentakan- bentakan dari drill seargent dan mulai melatih lari untuk jarak 1 mile. Semua calon2 tentara ini harus memenuhi target kondisi fisik tertentu sebelum siap menjalani Combat Basic Training selama 2.5 bulan. Biasanya pun walaupun sudah melalui combat basic training, belumlah memenuhi standard seorang militer. Mungkin kalau mereka di assign di bagian combat support tidak terlalu masalah. Tapi untuk assignment sebagai infrantry, cavalery, dan combat yang lainnya mereka mendapat tambahan combat training lagi selama 3 bulan. Mungkin setelah ini mereka baru bisa dianggap punya kemampuan dan disiplin sebagai tentara. Yang non-combat support gimana. Kehidupan mereka biasanya masih seperti orang sipil dang latihan2 militer yang dijalani sebelumnya kayaknya nggak ngaruh:). Jadi saya pikir dengan cuman 1 bulan latihan basic dan tambahan 1 bulan tahun berikutnya hanyalah membuang waktu dan biaya saja. Apalagi dengan sedikit latihan tersebut, mungkin tahun depannya latihan2 sudah tidak berbekas lagi. Kayaknya kalau memang kekurangan tenaga tentara lebih baik wamilnya secara volunteer saja dimana orang2 ini kemudian secara rutin 2x satu bulan meneruskan training militernya, sehingga tidak basi (Army Reserved). Nanti kalau memang Indonesia mau nyerang negara2 barat, tinggal aktifkan saja pasukan Reserved ini menjadi full time tentara. salam, -Irsal
