Aduh senangnya baca tulisan ini.....
Saya termasuk yang malas sekali baca puja puji kpd Wijoyo dan grupnya... Apa susahnya sih "membangun " Indonesia dengan menguras semua kekayaan alamnya..baik tambang maupun hutannya . lalu berhutang kesana sini.. lalu ,memghamba kepada kepentingan barat.. ( beda dgn Bung Karno yang jelas tidak mau menghamba), ?? Kehancuran 97 .. adalah bukti bhw ekonomi Indonesia nggak ada apa apanya... dan lebih hebat lg yang tersisa adalah... hutan gundul... minyak kering... dan moral bejat..tanpa tersdianya infrastruktur yg memadai bg generasi berikut . Itulah harga .."keberhasilan ekonomi " mereka di mata saya.. Dan kini parahnya.. dengan kebijakan ekonomi yg masih didominasi para penerus Wijoyo ..sektor riil terseok.rakyat tambah miskin.... Pak SBY bilang semua... on track... wah repot Salam Haniwar At 06:19 PM 3/12/2007, you wrote: >FPK wan > >Puja-puji untuk Widjojo yang ditulis di bawah ini kiranya "comes at the >wrong time and at the wrong place." Kalau ini ditulis pada saat Orde Baru >sedang di puncak kejayaannya, sungguh pada tempatnya. Sesudah ekonomi >Indonesia ambruk pada 1997, orang sadar bahwa tim ekonomi Orde Baru >membuat serangkaian kesalahan amat fatal. Secara sederhana saja, orang >bertanya: mengapa bangunan ekonomi Orde Baru sedemikian gampang runtuh >setelah 30 tahun? Bandingkan dengan Cina, yang tetap kokoh, juga ketika >mengalami badai pada tahun 1997? Atau, bandingkan dengan Malaysia? Pasti >ada salah, dan kesalahan besar itu dibuat oleh arsiteknya. Mereka biasanya >berkilah bahwa memasuki tahun 1990-an, Suharto sudah tidak mau >mendengarkan nasehat Widjojo. Lo, kalau begitu rumus ekonomi kalah dengan >rumus politik? Dengan kata lain, bukan ekonomi-nya Widjojo, tapi >politiknya Suharto yang hebat. Either way, kehebatan Widjojo (dan Berkeley >Mafia-nya!) patut dipersoalkan, puja-puji baginya patu! t ditunda. >Strategi pembangunan ekonomi Indonesia sekarang jangan menoleh ke masa >lampau yang sudah rusak itu. > >Salam >iww
