vincetnya ngomong apa yah> kok saya ngak liat.. atau mata saya lagi
sakit...

ini berat betul kalimatnya.... nyerah saya yah...

tapi saya cuman kaget vincetliong itu masih seumur saya kali yah...

saya ngak ngerti teori indigo atau lainnya yang mungkin sedang
bapak/ibu diskusikan...

yang menarik... gimana saya tahu saya mengerti kalu saya tidak
mengerti... kira2 gimana tuh?

--- In [email protected], "vincentliong"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> One Boelle <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Hmmm,...
> Sungguh pendapat dan nasihat yang bijak...!
> Tapi kalo buat Vincent, ....HUUAAAaaahahaha.....
> HAAAAhahahaaaaaaa......!!! Saya selalu berusaha serius dalam hidup
> ini, tapi,...Huaaahahaaaha.......!!!
> Vincent, vincent.....! (geleng kepala)
>
> Maaf Dik Ratih yang tulus,
> Saya hanya sedang menertawai Vincent,nih...
> Memang sedikitnya, saya setuju dengan nasihat yang sangat berharga itu.
> Dalam masalah tersebut, sebenarnya, Vincent banyak digembleng
> komunitas disini selama dia tinggal di Bandung. Walau kami sangat
> menyadari bahwa Vincent sendiri mempunyai lorang-lorong dan jalan
> kehisupan sendirinya yang antik.
>
> Tapi apa yang kita lihat terakhir, ternyata dia masih harus banyak
> mengenal gelombang-gelombang dan ombak-ombak kehidupan yang sangat
> berjuta ragam dikehidupan ini. Sehingga nantinya, jika kami mengatakan
> bahwa Vincent adalah seorang anak yang "marvelous" atas
> pemikiran-pemikirannya, maka, itulah seharusnya adanya. Walau memang
> Vincent ini agak sulit awalnya untuk dimengerti.
>
> Kami di Bandung sini, tidak mau mempertaruhkan posisi kami dalam
> pergaulan dengan sesuatu yang tidak pasti titik akhirnya. Maka dari
> itu, selama Vincent tinggal dan menghirup udara kota yang kami cintai
> ini, memang kami mengharuskan diri kami untuk banyak mempelajari anak
> ini dahulu. Itulah sebabnya dibutuhkan waktu selama 2 bulan observasi.
> Kami saat itu banyak bertukar dan 'ber-sharing' mengenai apa saja dan
> segala sesuatu, kecuali narkoba, judi dan pelacuran.
>
> Pada kesimpulan waktu itu, hanya satu bagi kami atas diri Vincent ini
> yaitu dia adalah seorang anak yang setidaknya, tidak bermaksud
> merugikan orang lain, titik. Keecuuuaaaallliiii, dalam hal merepotkan,
> lho! (Jika tidak percaya, silahkan tanya Bung Andi F Noya, bisa saya
> carikan no tlp-nya lewat jalur-jalur kami yang nggak jelas).
>
> Sementara kesimpulan kami tentang "Ilmu"-nya, sampai saat ini, walau
> sebagian masih berkata samar-samar, tapi mayoritas berpendapat POSITIF.
>
> Sedang mengapa saya agak marah dengan Bp. Goen, karena disana dia
> menyebutkan secara tidak langsung, kami akan cenderung Bunuh Diri pada
> akhirnya nanti. Itukan sama saja menyumpahi. Adalah benar bahwa
> didalam postingan dunia maya seperti ini, orang bisa seenaknya
> berkata-kata. Ibarat kentutpun, tidak akan terdengar lawan bicara.
> Tapi saya sungguh mengharapkan bahwa tetap kita jaga etika dan
> kesopanan dalam komunikasi bertukar pengalaman disini yang dapat
> dipertanggung jawabkan serta berdasar yang jelas.
>
> Dengan menuduh bahwa kami akan bunuh diri nantinya, saya rasa, ini
> tidak sama sekali berhubungan dengan Kompatiologinya Vincent ataupun
> pengkultusan lainnya apapun itu namanya. Tapi sungguh sudah menyangkut
> pada khalayak, etika kesopan santunan, dll sejenisnya dalam hal
> berkomunikasi.
>
> Saya dalam hal ini, sungguh menganggap Bung Goen adalah pribadi yang
> telah dewasa, sesuai dengan apa yang sedang beliau perdebatkan tentang
> kedewasaan bersama Mbak Istiani. Saya pribadi merasa adalah hal yang
> "bulshit" jika seseorang mempunyai keahlian dapat berkelit, berbelut,
> bersilat lidah selihai apapun, jika tidak dapat bertanggung-jawab atas
> apa yang sebelumnya pernah dimuntahkan dari mulutnya. Saya menyatakan
> disini bahwa percuma saja saya dikatakan cerdik dan pandai atau
> bijaksana, jika tidak satupun perkataan dapat dipegang
> pertanggung-jawabannya. Percuma jika hidup hanya dalam lindungan
> keberkelitan atas kesalahan diri sendiri.
>
> Saya berpendapat, hadapi kesalahan, dengan keberanian untuk
> memperbaikinya.
> Berpura-pura suci dengan berlidung dibalik kata-kata ajaib, menurut
> saya tidak mencerminkan pribadi yang dewasa. Kedewasaan, salah satunya
> tercermin dari mau mengakui kesalahan diri sendiri.
>
> Mr. Chader
> Iwan Boelle
> Dari sejak 1970-an,  Mr.Chader hanya satu. Dan hanya satu pula Iwan
> Boelle didalam Group Mr.Chader. Confidence? Sudah sejak lama sebelum
> ada Kompatiologi, kok!

Kirim email ke