Mas Erlangga.
Kapan kita punya budaya mundur?
Setahu saya, budaya kita adalah justru PANTANG MUNDUR!

Hihihi ...

Maspri

> ----- Original Message -----
> From: Erlangga Suryadarma
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Monday, 12 March, 2007 14:18
> Subject: - Budaya Mundur

> Untuk Pak Benny, sedikit masukan,Pada tahun 1960, setelah terjadi
> pemberontakan PRRI/Permesta, suatu hari ada 4 pesawat tempur MIG-17
> mengadakan latihan dibawah komandanya yang terkenal Leo Watimena,
tiba satu
> pesawat keluar dari formasi dan langsung menuju istana merdeka, dan
menembak
> istana dengan meriam caliber 23mmnya, sehingga depan istana
termasuk lampu2
> gantungnya rusak, setelah itu pesawat lari keselatan dan mendarat
darurat di
> sawah di selatan sukabumi, pilotnya Maukar ditangkap dan diadili,
> selanjutnya masuk penjara.Mendengar adanya tembakan terhadap istana
Merdeka,
> KSAU pada saat itu Suryadarma, langsung menuju Istana dari Mabes AU
Tanah
> Abang, melihat kerusakan akibat tembakan dan langsung kebelakang
Istana
> menghadap Bung Karno, dengan melepas Tanda Pangkatnya dan langsung
> menyerahkan Tanda Pangkat tersebut kepada Bung Karno, dan
menyatakan mundur
> dari jabatan KSAU sebagai tanggung jawab Pimpinan AURI terhadap
tindakan
> anak buahnya.Bung Karno yang sedang marah, menerima pengunduran
Suryadarma
> tersebut, dari Istana Suryadarma pulang kerumah dan dirumah sudah
berkumpul
> banyak senior/pimpinan AURI termasuk Leo Watimena, banyak yang
ribut dan
> meminta Suryadarma untuk tidak mundur, tetapi dengan tegas
Suryadarma,
> mengatakan saya sudah mundur , semua harus tunduk kepada perintah
Panglima
> tertinggi Sukarno akan siapa yang akan ditunjuk menggantikanya, dan
kepada
> semua jajaran AURI supaya hal memalukan ini tidak terjadi lagi.Esok
hari jam
> 0900 pagi Ajudan Presiden Mangil menelpon Suryadarma, untuk segera
lapor ke
> Presiden, sesampainya di Istana,dan bertemu dengan Bung Karno,
beliau
> memasang kembali tanda pangkat di epaulet pangkat baju Suryadarma,
serta
> berpesan : Saya masih percayakan Angkatan Udara kepada saudara,
supaya hal
> semacam ini tidak terjadi lagi karena merusak citra Angkatan Udara
yang saya
> sayangi.Dalam hal ini bahwa pada akhirnya Presiden mengembalikan
jabatan
> KSAU ke Suryadarma, itu terlepas dari niatan Suryadarma, yang
penting
> intinya dia sudah mengambil keputusan untuk meletakan jabatan
sebagai
> tanggung jawab pimpinan.Ironisnya sampai sekarang saya kok belum
tahu atau
> dengar ada yang BERANI MELAKUKAN BUDAYA MUNDUR!
>
> Hal ini masuk headline surat kabar Merdeka jaman itu



Kirim email ke