Dear mas Edy dan teman-teman milis lainnya,Yap aku setuju dgn pendapat
mas Edy.Memang kebanyakan org berpendapat "kalo nggak suka acaranya ya matiin
aja atau pindah channel aja".Ternyata problemnya nggak cukup sampai disitu aja.
Benar kata mas: "tapi masalahnya tidak sesederhana itu. Banyak di antara
pemirsa kita tidak memiliki kekuatan daya saring (filtering) terhadap apa yang
disuguhkan di layar kaca atau di berbagai media lainnya."
Makasih..
Salam hangat,
Dinda
Re: Keresahanku menonton sinetron Hidayah di RCTI Mbak
Dinda,
Memang sangat memprihatinkan apa yang selama ini banyak dipertontonkan kepada
masyarakat melalui layar kaca, khususnya dalam berbagai sinetron, yang
cenderung mengangkat masalah-masalah kasuistik untuk dijadikan konsumsi umum
yang pada gilirannya akan mematri dalam pikiran dan pandangan pemirsa bahwa
fenomena seperti itu sudah biasa dan menjadi kebiasaan masyarakat kita.
Kalau mbak Dinda menyebutnya itu sebagai pembodohan, saya mendukung. Bahkan
itu proses pendunguan (menjadikan orang menjadi dungu). Memang orang boleh saja
komentar, "ya kalau tidak suka tidak usah menonton" atau "kalau memang tidak
pengen terpengaruh ya jangan menonton"; tapi masalahnya tidak sesederhana itu.
Banyak di antara pemirsa kita tidak memiliki kekuatan daya saring (filtering)
terhadap apa yang disuguhkan di layar kaca atau di bergai media lainnya.
Maka saya usul, hendaknya para produsen sinetron dan acara publik itu
menggunakan logika sosial yang tepat sehingga tidak mengambil kesimpulan tanpa
premis-premis minor yang mencukupi untuk ditarik kesimpulan yang lebih umum.
Makasih.