Hahaha, ati-ati lho, Pak Edi, nanti ada miliser yang tersinggung karena 
kesetrum sama teori APUs-APUsan Anda :))
   
  manneke

edi_fa87 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Saya juga idem dengan Pak Manneke. Sampai saya menulis email ini, 
saya belum pernah mendengar ada sebutan Profesor Riset di tempat saya 
sekarang. Ini tentu hasil pengamatan sambil lalu saja, jadi sangat 
boleh jadi tidak akurat.

Yang pasti, saya mengenal dengan baik seorang senior researcher dan 
salah satu *Head of Department* di "German Research Centre for 
Biotechnology", yang menurut data di ISI Highly Cited Researcher 
termasuk salah satu *highly cited* dengan publikasi di jurnal ilmiah 
ber-peer review mendekati angka 150, yang sampai sekarang pun tak 
mempunyai embel-embel profesor, walau sudah bergabung di situ 
semenjak 1973.

Tentang profesor riset itu sendiri, saat sudah di sini, saya pernah 
mendengar gunyonan dari seorang teman yang bekerja di salah satu 
lembaga riset di negara kita. Menurut teman saya itu, dulu, sebelum 
ada sebutan resmi profesor riset, dikenal sebutan ahli peneliti 
utama, disingkat APU. Nah, menurut si teman itu, terkadang, jalan 
yang ditempuh untuk menjadi APU itu menggunakan cara yang dalam 
bahasa jerman ehh jawanya disebut APUs-APUsan :)

salam
edi



 

Kirim email ke