Saya kemarin, sekitar jam empat sore di jalan Warung Jati Barat (Terusannya Warung Buncit) menegur polisi yang jaga di persimpangan karena membiarkan bus TNI AL lewat jalur bus Trans Jakarta dari arah Utara menuju ke Selatan (Ragunan). Polisi hanya bengong saja waktu saya protes: "Itu ada pelanggaran bus masuk jalur Trans Jakarta kok didiamkan saja !!" Kemudian di perempatan selanjutnya saya kembali protes kepada polisi yg lain, dia menjawab "Tadi sudah saya tegur !" Saya tidak sempat menjawab/menyanggah, karena banyak mobil di belakang saya. Padahal Polisi bisa menyetop atau menyuruh bus tsb utk kembali ke jalur yg benar. Polisinya itu berdiri di sisi busway, tapi justru dia yg menepi, bukannya tetap berdiri ditengah agar bus keluar dari busway. Sebelumnya, memang banyak pelanggaran motor, mobil pribadi juga bus dan mobil TNI yg masuk di busway. Kelihatannya Polisi jaga di setiap persimpangan untuk menangkap pelanggar, tapi Polisi kelihatannya tidak berani menindak TNI.
Beberapa hari yl, saya juga melihat sebuah MOGE meluncur di jalur cepat di Jl. Sudirman. Padahal aturannya kendaraan roda dua harus di jalur lambat. Saya lihat Polisi yg berdiri tidak jauh dari MOGE yg meluncur itu tidak berbuat apa2 meskipun sebenarnya bisa menyetopnya. Dia juga hanya bengong saja ! Pelanggaran oleh bus TNI AL itu, hampir setiap hari saya lihat. Hanya kemarin di setiap persimpangan dijaga Polisi, sehingga saya bisa protes. Alangkah bagusnya bila ada media yg bisa memotret bus TNI yg melintas dan jalur Trans Jakarta serta Polisi yg hanya membiarkan saja. Inilah yg terjadi di negeri tercinta ini. Kelompok atau orang yg punya senjata dan atau kekuasaan, sering arogan. Saya kadang merenung, kemacetan yg terjadi ini mungkin tidak separah ini bila Polantas menjalankan fungsinya dg benar. Masyarakat tentu akan tunduk pada peraturan tidak terkecuali. Salam, Koen S -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of jn21 Sent: Wednesday, March 14, 2007 12:31 AM To: [email protected] Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Pengendara Motor, Pelanggar Nomor Wahid Rekan Luka_igna, Saya kok punya pendapat lain. Menurut saya, pelanggar terbesar aturan dan rambu2 lalu lintas ya Polantas sendiri. Saya sering melihat pembiaran yang dilakukan Polantas terhadap pengemudi sepeda motor, bajaj& angkutan umum. Padahal disisi lain, begitu ada mobil pribadi yang melanggar sedikit saja, dengan sigap dan cepat sang Polantas menindak. Tanpa berburuk sangka pun orang sudah tahu, kenapa hal itu dilakukan Polantas? Kalau penegak hukum yang notabene lebih paham masalah hukum dan karenanya mempermainkan hukum itu sendiri, tinggal tunggu waktu saja untuk memetik buah2nya, yaitu kekacauan, anarkhi, dan pembangkangan publik. Saya kira no.1&2 sudah dan sedang kita hadapi, tinggal lihat saja, kapan yang no.3 terjadi, walaupun saya sangat miris dan tidak mengharapkan itu terjadi. Karena itu, wahai para bapak Polisi, tegakkan aturan dan hukum tanpa diskriminasi. Tindak pelanggar tanpa melihat siapa pelanggarnya. tabik, jonas
