http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/15/Politikhukum/3385558.htm
=========================

Jakarta, Kompas - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengemukakan, 
penghormatan kepada sebuah bangsa saat ini diletakkan pada kemajuan 
ekonomi untuk kesejahteraan rakyat negara itu. Namun, hal tersebut 
harus dilakukan dengan etika dan moral bersama. 

"Kemajuan ekonomi yang membuat sebuah bangsa dihormati bukan lagi 
karena berpenduduk banyak, memiliki sejarah panjang, memiliki wilayah 
luas, atau memiliki sejarah kultural hebat. Seperti China, mereka 
makin dikenal sebagai bangsa besar karena lebih maju secara ekonomi. 
Mereka meraih kemajuan itu dengan etika," ujar Wakil Presiden 
(Wapres) saat peluncuran buku kumpulan tulisan Eki Syachrudin, Moral 
Politik, di Jakarta, Rabu (14/3). 

Mencontoh apa yang dilakukan China, Wapres menginginkan Indonesia 
juga maju dan mencapai sejumlah kemajuan. "Apa pun tujuan kemajuan 
kita, itu harus dibarengi dengan batasan-batasan. Capai tujuan itu 
dengan moral dan politik yang baik," ujarnya. 

Penekanan moral dalam politik ini menjadi salah satu pokok dalam 
tulisan-tulisan Eki yang katanya dikagumi Wapres sejak sama-sama 
menjadi aktivis mahasiswa tahun 1960-an. 

"Eki juga memelopori pendirian Provinsi Banten untuk peningkatan 
kesejahteraan, tetapi tidak mengincar jabatan gubernur. Beda dengan 
saat ini, isu pemekaran disampaikan sejumlah tokoh untuk mencapai 
jabatan gubernur, bupati, atau wali kota," ujarnya. 

Seusai peluncuran buku, bedah buku dilakukan. Empat pembicara tampil, 
yaitu Fachri Ali, Sukardi Rinakit, Hajriyanto Thohari, dan Yudi 
Latif. Seluruh pembicara memuji Eki yang besar dan dibesarkan Golkar 
sebagai politisi ulung di eranya. (INU) 



Kirim email ke