saya bingung.. dahulu kala dibilang DPR/D itu cuman lulusan SMA ngak mutu.. terus ada standar S1.. eh bisa-bisanya malah "berdebat" lagi...
tapi itu dimaklumi.. namanya juga hak berpendapat... hanya saja kalu saya perhatikan kutipan bang patrick atas statement Rhenald Kasali. itu ndak kemudian dijadikan argumen atas masalah ini.. karena, dalam tataran praktek S-1 dan SMA itu kemudian berada dalam pertempuran lain di dunia kerja misalnya, atau bidang lain.. hal itu tidak lepas dari kesempatan + kapasitas (tentunya ini banyak unsur lah yah) namun dalam menilai suatu standar kapasitas, maka dibutuhkan kesamaan ukuran antar kita dulu.. kalu kemudian berargumen justru meloncat.. dengan melihat bahwa pada saat ini kebanyakan orang tidak harus S-1 bisa hebat... tentunya yah jadinya begini.... bahwa seolah-olah S-1 itu asal.. dsb... bagi saya.. kita itu punya dunia pendidikan dengan sistem TK - Prof.. ini dasarnya... jadi membuat standar dengan S-1 itu sejalan dengan sistem pendidikan.. ini simpelnya.. kalu kita berpikir loncat... dengan mengambil contoh bill gates atau lainnya yang kaya tanpa S-1.. kita itu lupa bahwa.. hal tersebut dalam konteks cukup berbeda dengan standarisasi.. sejalan dengan sistem pendidikan di masyarakat... kalu kita bukan hidup di masyarakat yang mengakui sistem pendidikan tersebut di atas.. maka yah pantas bagi kita berargumen demikian... nyatanya kita mengakui sistem pedidikan lepas dari kekurangannya...maka pantas jika ada standarisasi S-1 untuk pejabat pemerintah... dan itu bagi saya sangat wajar dan pantas... trims.... maaf BonarDs --- In [email protected], "Agus Hamonangan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Rekan rekan yg baik, > > Khususnya tetangga saya Budiman Sudjatmiko. > Mgk mas bisa ceritakan pendidikan Ibu Mega sewaktu kuliah di UNPAD > jenjang apa? D3 atau S1. > > Salam, > AH
