Mas Bambang Yth, Saya sependapat dengan opini anda. Memang yang membuat gelar "sarjana" begitu di-"perlukan" yaa sikap mental masyarakat kita yang - mohon maaf - masih mengagungkan ke"priyayi"an tempo doeloe.
Kalau dahulu orang bergelar bangsawan sudah pasti dihormati masyarakat. Sekarang tidak usah bergelar bangsawan, cukup mencantumkan gelar S1 - S3, masyarakat sudah "silau". Tapi - good news - yang saya dengar, di perusahaan asing maupun joint venture, gelar sarjana kini tidak lagi begitu signifikan dalam menentukan karir seseorang. Bisa terjadi seorang salesman yang cakap walaupun tidak menyandang gelar S1, dipromosikan menjadi seorang Sales Manager. Di bidang entrepreneur "sami mawon". Banyak pebisnis sukses yang tidak pernah mengenyam bangku kuliah, namun bisa mempimpin anak buah yang nota bene mayoritas bergelar "sarjana". Kita bisa belajar dari Pak Joe (boss Datascript), Pak Joenaedi Joesoef (boss Konimex) atau Pak Andri Wongso (motivator top). Mereka semua sukses, walaupun tidak bergelar "sarjana". Entah ya, kalau kasus seperti itu bisa terjadi di perusahaan domestik? Salam. ----- Original Message ---- From: Bambang Soetedjo <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, March 16, 2007 2:42:28 AM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Anggota DPR dan Presiden Harus Sarjana Rekan John Simon yth. Untuk saya tidak penting mencantumkan gelar. Kapasitas kerja dan hasil kerja yang nyata lebih penting. Selama 25 tahun saya bekerja di per-bank-an di Eropa, saya belum pernah melihat adanya seorang pimpinan membangga banggakan gelarnya dan juga atasan saya tidak pernah memberikan kesan bahwa dia menyandang gelar dan memang dengan low-profile nya dan cara berkomunikasi dia memberikan kesan bahwa dia adalah seorang pimpinan yang bisa dibanggakan dengan melihat cara dia memimpin anak buahnya. Saya banyak belajar dan mendengarkan dan saya banyak dibantu oleh beliau dengan memberikan saran untuk mengikuti sebanyak mungkin kursus2 yang dia sarankan. Hasilnya untuk saya sangat memuaskan dan juga dia selalu memberikan support kepada siapa saja yang akan belajar lebih banyak. Saya berterima kasih kepada beliau yang sudah membimbing saya dengan baik dan sebagai pimpinan yang low-profile seperti dia kita lebih banyak belajar daripada pimpinan (bergelar) yang mencantumkan segala gelar hanya untuk kepentingan pribadi dan jabatan. Surat2 resmi memang membutuhkan dicantumkannya gelar tapi tidak untuk menyombongkan diri. Di tanah air kita kalau nggak tercantum gelar belum tentu di-orang-kan oleh pihak lain. Jadi buktikan bahwa gelar mempunyai arti yang sebenarnya. Contoh pak menteri kita pak KK yang sederhana tanpa memamerkan gelar. Salam BS
