John,
Israel mungkin negara nya hanya "secuil" seperti yang kamu katakan, tetapi
bangsa Israel tersebar diseluruh pemjuru dunia, dan yang bisa mempengaruhi
semua politisi dinegara-negara seperti Amerika dan Inggris untuk tetap berpihak
pada keinginan mereka dalam kebajikan politik luar negri-nya.
Dalam hal pemilihan presiden di Amerika saja, ada beberapa calon presiden
tergantung pada orang-orang yahudi tersebut untuk mendapatkan kedudukan
ke-presiden-an nya. Dan jika terpilih, ya kebijakan ekonomi presiden terpilih
tersebut akan condong untuk menguntungkan mereka-meraka ini.
Lihatlah Singapore, diantara Indian, Chinese yang menanamkan modal dinegara
tersebut, orang-orang Yahudi juga mengambil kesempatan dinegara tersebut. tapi
pencuri pencuri uang negara dari Indonesia lah yang terbesar yang memangkalkan
uangnya di Singapore.
Jangan lupa banyak negara-negara yang melakukan "money laundering" without
any qualm! Jadi kelihatan ekonomi nya sangat kuat, tetapi dari hasil yang hitam.
Yuli
john simon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mas Haniwar, menurut saya yang membedakan sebenarnya ETOS KERJA dan
INSECURE FEELING.
Sudah terbukti bahwa orang atau kelompok yang mempunyai Etos Kerja tinggi,
disiplin, ulet dan mau membanting tulang akan mencapai sukses, setidaknya
dibandingkan teman-teman atau kelompok lain yang pasrah, "nrimo", pesimis dalam
hidupnya.
Faktor kedua juga demikian. Mengapa Israel yang nota bene negaranya cuma
"secuil" mampu eksis sampai hari ini, walaupun telah mengalami berbagai perang
dahsyat yang sebenarnya secara kuantitas SDM sangat tidak seimbang? Anda sudah
bisa menerka sendiri jawabannya.
Bukan salah Koes Plus ketika menciptakan lagu "Kolam Susu": tongkat kayu di
lempar ke tanah pun jadi tanaman...
Salam.