Salam,
Justru itu saya yang masih muda belia dan tidak menahu apa-apa meminta petunjuk
sejengkal pengetahuan dengan anda, bung Manneke. Saya bukan tidak percaya
dengan yang anda utarakan tetapi saya tidak pernah cukup dengan jawaban yang
datar dan singkat. Saya ingin jawaban yang komprehensif. Agar pengetahuan saya
tidak singkat-singkat. Kamsia.
Salam,
Manneke Budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Rasionalitas tak identik dengan kebenaran. barang keliru juga bisa
dirasionalisasi menjadi benar. Apakah alat justifikasinya? Ideologi. Ideologi
bisa membuat aksi kekerasan menjadi halal. Sejak semula, Huntington sangat
terpukau pada ilusinya sendiri tentang pertentangan antara budaya Barat dan
Islam. Tesis ini ia bawa terus dalam berbagai tulisannya, baik dengan cara
subtil maupun terang-terangan. Sejak awal ia sudah bersikukuh bahwa
nilai-nilai, etika, etos dan budaya Islam tidak kompatibel dengan Barat. Ingat,
dalam pemikiran Huntington, hirarki Barat selalu diasumsikan lebih unggul
daripada Islam.
Setelah pemikirannya dihantam kiri kanan, ia mulai berhati-hati, tapi tesis
yang mau ia kemukakan tetap sama. Etos kerja, nilai-nilai dan budaya yang akan
survive di masa datang adalah yang bikinan Barat. Mengapa demikian? Karena
standar yang dipakai sebagai ukuran adalah standar Barat.
Anda ssendiri bersediakah menjelaskan kepada saya mengapa Anda menolakklaim
saya tentang Huntington, atau mengapa Anda menganggap Huntington benar? Setelah
itu kita sambung lagi.
manneke