Terima kasih Bung Loeky,

Pertama kali perkiraan anda sangat merendahkan kalau dibilang saya tidak
terbiasa mempelajari metode sains. Maaf Bung, jangan anda mengklaim diri
anda sendiri (dan juga Manneke) yang mengerti dengan betul metode sains. Ok
lah, kalau memang anda berpikir saya adalah orang kebanyakan yang tidak
mengerti apa2. Kalau anda bilang sudah banyak dokumen2 tsb, apakah anda
sudah meneliti semuanya?  hebat sekali kalau anda memang sudah membuktikan
bahwa semua dokumentasi yang ada, baik cetak, film dan yang lainnya sudah
mengarah ke arah kebenaran.

Apa sih holocaust??  Dari sumber yang saya baca:

Setiap bulan Mei, tepatnya tanggal 9, dunia Barat, khususnya mantan pasukan
Sekutu, merayakan berakhirnya Perang Dunia II. Bagaimana pun juga, perang
yang akibatnya hampir melanda seluruh dunia itu telah menorehkan sejarah
tersendiri bagi umat manusia. Dunia masih ingat, Perang Dunia II menyisakan
kenangan tentang kekejaman paham ultra-nasionalis Nazi, dan holocaust.
Holocaust adalah peristiwa pemusnahan hampir seluruh Yahudi Eropa oleh Nazi
Jerman dan kelompoknya selama Perang Dunia II. Orang Yahudi sering menyebut
peristiwa ini sebagai Shoah, istilah Ibrani yang berarti malapetaka atau
bencana hebat. Holocaust sendiri berasal dari bahasa Yunani, holo yang
artinya seluruh, dan caustos yang berarti terbakar. Secara asal, holocaust
artinya adalah persembahan api atau pengorbanan religius dengan pembakaran.
Konon, Nazi Jerman dipercaya telah memusnahkan sekitar 5,6 sampai 5,9 juta
orang Yahudi.

Kebencian Jerman
Latar belakang cerita pemusnahan ini terletak jauh setelah akhir Perang
Dunia I (PD I) di mana Jerman berada pada pihak yang kalah. Waktu itu,
banyak orang Jerman yang menyalahkan Yahudi sebagai sebab kekalahan Jerman
pada PD I, beberapa bahkan mengklaim Yahudi telah berkhianat kepada negara
selama perang. Tambahan lagi, pada akhir PD I, sekelompok Yahudi mencoba
mengobarkan revolusi ala Bolshevik Soviet di negara bagian Jerman, Bavaria.
Orang Jerman semakin menganggap Yahudi adalah musuh yang berbahaya bagi
negara.
Saat itu, Nazi sebagai sebuah partai politik mampu menarik massa dengan
basis pandangannya yang anti Semit. Hitler, pemimpin Nazi, menyalahkan
keadaan buruk Jerman pada akhir PD I pada konspirasi Yahudi internasional.
Nazi percaya Yahudi bertanggung jawab atas apa yang mereka sebut sebagai
degenerasi masyarakat modern.
Ketika Nazi naik panggung politik, kebijakan yang menekan Yahudi pun
diterapkan. Hak-hak Yahudi dicabut, harta benda mereka disita, rencana untuk
mengusir mereka keluar Jerman dirancang, sampai, konon, pemusnahan fisik
yang berarti pembantaian.
Musim semi 1941, Nazi mulai membantai Yahudi di Uni Soviet yang dianggap
sebagai sumber hidup Bolshevisme. Orang Yahudi menggali lubang kubur mereka
sendiri kemudian ditembak mati. Musim gugur tahun yang sama, Nazi meluaskan
pembantaian ke Polandia dan Serbia. Kamp pembantaian untuk Yahudi mulai
dibangun di Auschwitz, Dachau, Bergen-Belsen. Kamp itu dilengkapi kamar gas
dan tungku besar. Mereka menggunakan kamar gas untuk membunuh orang Yahudi.
Beberapa orang Yahudi dimasukkan ke dalam kamar gas, kemudian gas Zyklon-B,
sebuah gas pestisida berbahan dasar asam hidrosianik, dialirkan. Ada juga
cerita orang Yahudi yang dibakar hidup-hidup dalam tungku. Bahkan, ada yang
percaya Nazi Jerman membuat sabun dari lemak orang Yahudi dan kelambu lampu
dari kulit orang Yahudi.

*Sejarah Dipertanyakan*
Selama kurang lebih 2 dekade, 'sejarah' pembantaian ini bertahan di benak
orang. Kesaksian dan memoar orang Yahudi yang bertahan hidup dari holocaust
menceritakan semua kengerian di atas. Sampai pada 1964, Paul Rassinier,
korban holocaust yang selamat, menerbitkan The Drama of European Jews yang
mempertanyakan apa yang diyakini dari holocaust selama ini. Dalam bukunya,
ia mengklaim bahwa sebenarnya tak ada kebijakan pemusnahan massal oleh Nazi
terhadap Yahudi, tak ada kamar gas, dan jumlah korban tidak sebesar itu.
Arthur Butz menerbitkan The Hoax of the 20th Century: The case against the
presumed extermination of European Jewry pada 1976. Ia mengklaim bahwa gas
Zyklon-B tidak digunakan untuk membunuh orang tapi untuk proses penghilangan
bakteri pada pakaian.
Mengenai kematian massal di Auschwitz, Robert Faurisson, profesor literatur
di University of Lyons 2 mengklaim tipus-lah yang membunuh para tawanan itu,
dan bukan kamar gas.
Seorang ahli konstruksi dan instalasi alat eksekusi dari AS, Fred Leuchter,
pergi ke Auschwitz dan mengadakan penyelidikan serta tes di tempat itu.
Kesimpulannya adalah kamar gas di Auschwitz tidak mungkin digunakan untuk
membunuh orang.
Setelah orang-orang ini mempertanyakan kebenaran holocaust, gelombang
kritisasi dan penyangkalan terhadap apa yang terjadi di holocaust mulai
bangkit. Mereka yang meragukan kebenaran holocaust ini menyebut dirinya
sebagai revisionis.

*Holocaust yang Meragukan*
Secara umum, revisionis setuju dengan sejarawan lain bahwa negara Jerman di
bawah Nazi memperlakukan Yahudi dengan kejam dan bengis. Pencabutan hak-hak
Yahudi, penawanan di ghetto, kerja paksa, penyitaan harta benda dan
deportasi dari Jerman merupakan hal-hal yang masih diiyakan oleh para
revisionis. Yang disangkal para revisionis adalah bahwa Jerman mempunyai
kebijaksanaan tertentu untuk memusnahkan orang Yahudi dengan memasukkan
mereka ke kamar gas atau tungku. Revisionis juga menyatakan jumlah 5,9 atau
6 juta korban sebagai pernyataan tanpa bukti yang dibesar-besarkan.
Keraguan-keraguan revisionis ini bersumber dari tidak adanya dokumen Jerman
yang berisi masterplan pemusnahan orang Yahudi di Eropa. Tidak ada dokumen
tentang perintah, rencana, anggaran, rancangan senjata untuk pemusnahan
Yahudi. Yang ada hanyalah ucapan-ucapan petinggi Nazi yang menggambarkan
kebencian terhadap Yahudi.
Foto-foto tawanan di kamp-kamp di Dachau, Buchenwald, dan Bergen-Belsen juga
dipertanyakan penggunaannya. Memang, foto-foto itu menampilkan kondisi
tawanan yang memprihatinkan. Tapi, revisionis yakin bukan penyiksaan dan
kamar gas-lah yang menyebabkan mereka seperti itu. Sebabnya adalah lebih
karena malnutrisi, epidemi tipus, disentri, dan diare. Penyakit-penyakit ini
malah timbul sebagai akibat pemboman pasukan sekutu yang memutus jalur
distribusi pangan, obat, dan pelayanan sanitasi.
Anehnya lagi, foto-foto yang selalu ditampilkan dalam sejarah adalah
foto-foto yang mengerikan. Padahal pihak revisionis berhasil menemukan
foto-foto yang diambil pada saat yang sama namun menampakkan para tawanan
yang sehat. Mereka bercakap-cakap sambil tertawa di kamp. Ada kerumunan
tawanan yang bergembira melempaarkan topi merayakan pembebasan mereka.
Namun, mengapa foto-foto yang terakhir ini tak pernah muncul?
Kamar gas memang ditemukan di Auschwitz. Namun, para revisionis mengklaim
bahwa kamar gas beserta Zyklon-B tidak mungkin digunakan untuk eksekusi
manusia, melainkan untuk pengasapan pakaian agar bakteri-bakteri di pakaian
mati. Dari prosedur kesehatan inilah, mitor pembunuhan dengan kamar gas
muncul.
Museum Auschwitz, museum tentang holocaust, selama 50 tahun mengklaim bahwa
4 juta manusia dibunuh di sana. Sekarang mereka malah mengklaim mungkin
hanya 1 juta korban. Revisi klaim ini pun tidak didukung oleh dokumentasi 1
juta orang tersebut. Lalu, kebohongankah jumlah 3 juta manusia selama
setengah abad itu?
Hal yang penting lagi adalah jika memang ada pembunuhan massal di Polandia
terhadap Yahudi tentu Palang Merah, Paus, pemerintah sekutu, negara netral,
pemimpin terkemuka waktu itu akan tahu dan menyebutnya dan mengecamnya. Tapi
ternyata tidak ada.
Winston Churchill menulis 6 jilid karya monumentalnya, *The Second World War
*, tanpa menyebut tentang program Nazi untuk membantai orang Yahudi.
Eisenhower menulir memoarnya, *Crusade in Europe*, juga tak menyebut tentang
kamar gas.

*Keuntungan dari Cerita Sedih*
Manakah yang benar? Revisionis atau pro-holocaust yang mempertahankan jumlah
6 juta korban, pembantaian terencana, dan kamar gas? Wallahu a'lam. Yang
jelas ada keuntungan dari gembar-gembor holocaust yang mungkin
dilebih-lebihkan ini. Keuntungan tersebut adalah untuk orang Yahudi.
Yahudi yang merasa menjadi korban kemudian meminta tanah di Palestina,
meminta ganti rugi kepada Jerman, dan meminta dana pembangunan ke negara
lain sambil terus memelihara ingatan dunia akan holocaust. Rakyat
Palestina-lah yang menderita.
"Seluruh negara Yahudi dibangun di atas kebohongan holocaust.. apa bukti
Hitler dan Nazi membunuh 6 juta Yahudi di kamar gas? Tidak ada bukti sama
sekali, kecuali kesaksian dari sedikit Yahudi yang selamat. Jika 6 juta
Yahudi telah dibakar, tentu akan ada segunung abu manusia, tapi kita tidak
pernah mendengarnya. Tidak ada juga oven yang mampu membakar jutaan orang
tanpa ada yang mencium baunya. Tidak ada bukti tentang sejumlah itu Yahudi
yang hidup di Jerman pada 1930-an. Jumlah mereka kurang dari 4 juta dan
setengah dari mereka telah mengungsi ke Soviet selama perang." Kata Mahmud
Al-Khatib di harian *Al-Arab Al-Yaum *di Yordania.
Mufti Jerusalem, Syaikh Ikrimah Sabri, di *New York Times* berkata, "Banyak
terjadi pembunuhan massal di dunia ini. Mengapa holocaust ini terasa lebih
penting? Jika ini adalah permasalahan kita, tak ada yg peduli –entah ketika
tentara perang Salib membantai muslim atau pembunuhan massal terhadap rakyat
Palestina oleh Israel. Dan kita tidak terus menerus menggunakan dan
menggunakan pembantaian ini untuk mengingatkan dunia tentang hutang dunia
terhadap kita.
Saya tidak pernah menolak bahwa holocaust terjadi, tapi kita percaya bahwa
jumlah 6 juta itu dilebih-lebihkan. Yahudi menggunakan isu ini, dalam banyak
cara, untuk memeras Jerman secara finansial. Holocaust merupakan alasan
bahwa tidak ada kerusuhan yg lebih besar terhadap Israel sebagai sebuah
kekuatan pendudukan. Holocaust melindungi Israel. Bukanlah kesalahan kita
jika Hitler membenci Yahudi. Bukankah mereka (Yahudi) sangat dibenci di mana
pun?"

Detil-detil holocaust masih merupakan misteri. Yahudi masih berkepentingan
menjaga holocaust semengerikan mungkin sepanjang masa dengan cara apa pun.
Revisionis masih mengungkap konspirasi di balik propaganda holocaust ini.
Alhamdulillah, umat Islam di negeri kita sekitar sepuluh tahun lalu menolak
beredarnya film Schlinder's List yang menceritakan penderitaan Yahudi di
bawah Nazi. Jika kita menontonnya, mungkin kita akan menangisi penderitaan
orang Yahudi dan lupa akan betapa biadabnya Yahudi membantai rakyat
Palestina. (*)

*Sumber:
The Holocaust Controversy: The Case for Open Debate, by Bradley R. Smith
Holocaust Denial in the Middle East: The Latest anti-Israel, Anti-Semitic
Propaganda Theme, by Anti-Defamation League
Holocaust, by David Bankier, Encarta Reference Library
*

*

*


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/4It09A/fOaOAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

=====================================================
Pojok Milis FPK:

1.Milis FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari KOMPAS dan KOMPAS On-Line (KCM)
3.Moderator berhak mengedit/menolak E-mail sebelum diteruskan ke anggota
4.Kontak moderator E-mail: [EMAIL PROTECTED]
5.Untuk bergabung: [EMAIL PROTECTED]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke