Bung Imron, Mestinya anda membaca dan menilai sesuatu secara utuh, tidak se- potong2. Jika tidak, maka tanggapan anda menjadi subyektif. Saya menulis anda tidak terbiasa dengan metoda sains ATAU HANYA BELAJAR SAINS UNTUK SAINS SAJA.
Anda rupanya sangat terpengaruh bacaan kontraversial yang anda kutip? Penyangkalan satu orang Yahudi 'korban' (?) holocaust dibandingkan kesaksian ratusan orang Yahudi lain, bahkan kesaksian tentara2 Jerman + dokumen2, tentu tak ada artinya. Sebab di mana2, ada2 saja orang 'nyleneh' yang berpendapat lain walaupun jumlah orang 'nyleneh' ini tak pernah banyak. Di barat, pendapat2 'nyleneh' bisa menghasilkan duit lho. Akhirnya, jangan menganggap komunikasi jaman dulu sama dengan komunikasi jaman sekarang dimana berita2 dari tempat lain mudah didapat dan diketahui. Sangat mungkin Churchill, Paus dan lain2 cuma mendengar selintas tentang pembantaian Yahudi sehingga mereka tak akan berani menulis sesuatu yang tak mereka kuasai. Hanya Paus John 2 saja yang sangat concern terhadap holocaust karena ia adalah orang Polandia yang mengalami sendiri bagaimana teman2 Yahudinya banyak yang hilang akibat holocaust. Salam
