Yang bikin UU larangan penyangkalan terhadap holocaust itu Jerman, Bung. Mestinya, kalo Anda benar, kan Jerman yang akan paling marah karena bangsa mereka dituduh melakukan kejahatan kemanusiaan yang tak sungguh-sungguh mereka lakukan? Lha kok mau Jerman mengakui sesuatu yang bukan perbuatan mereka? Kok bahkan kini mau membuat UU yang membela para korban holocaust dari fitnah yang dilontarkan orang macam Anda dan Imron? Kali orang-orang Jerman itu kebanyakan minum bir ya, jadi pada mabok semua dan tak sadar apa yang mereka lakukan. Gitu, ya? Orang yang paling getol mengatakan tak mungkin ada pemusnahan manusia macam holocaust itu adalah Presiden Iran Ahamdinejad, yang juga paling getol berkampanye untuk penghancuran orang Yahudi. Got my point, pal? Tapi, kok jadi Anda yang tersinggung sih? Ngerasa kesindir (padahal bukan Anda yang disasar) atau justru kesentil (karena justru itulah yang Anda juga impi-impikan)? Kepentingan saya mengecam orang yang meragukan holocaust adalah satu: jika kejahatan besar terhadap kemanusiaan seperti holocaust disangkali, maka tak akan ada yang mencegah jika di masa datang orang akan beramai-ramai menyangkali juga kejahatan perang di Bosnia, di Rwanda, di Indonesia pasca-1965, di Cina masa invasi Jepang, di India sewaktu partisi India-Pakistan, di Vietnam (dan kini Iraq) oleh tentara AS. Semuanya dengan mudah akan dihapus, seolah-olah tak pernah terjadi dan tak ada yang mati. Siapa yang seneng? Para Penjahat perang dan pelaku kejahatan itu! Puas, Mr. Satria? manneke
satriadharma2002 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pak Manneke, Tentu saja ada beda antara 1 dan 2 juta. Gimana sih Anda ini? Jangankan 1 atau 2 juta, sedangkan 1 atau 2 orang saja berbeda kok. Kalau memang holocaust itu benar-benar menghabiskan nyawa 6 juta orang Yahudi lantas kenapa kok takut untuk diungkap lagi? sampai- sampai dibuat undang-undang untuk melarang mengungkap holocaust ini? Benar-benar mencurigakan. Ini masalah kejujuran dalam sejarah, Pak. Sedangkan sejarah G-30-S PKI saja banyak yang meragukan kok. Justru karena ada yang meragukan jumlah tersebut maka sebenarnya biar saja mereka melakukan riset sedalam-dalamnya. Toh jika benar maka akan terungkap juga. Kalimat Anda :"Kalo ada orang yang punya cita-cita memusnahkan suatu bangsa, lalu dia bilanh holocaust tak ada, ini sungguh menggelikan." Ini maksudnya apa? Kayaknya kok Anda menuduh orang yang meragukan jumlah korban dalam holocaust mau memusnhakan suatu bangsa. siapa yang Anda maksud? Bukannya kebalik tuh? Bukannya Israel yang mau memusnahkan bangsa Palestina? Ini ucapan apa kok kayak bukan akademisi. Lagipula, apa kepentingan Anda untuk mengecam orang yang meragukan holocaust? What's your point, Pak? Salam Satria
