Trims pak Budyanto atas kutipan artikelnya. Kalau orang jaman dulu menyatakan AKAL adalah hal yang membedakan manusia dari binatang, maka para peneliti pikiran mengatakan KESADARAN adalah hal yang membedakan manusia dari binatang2. Sebab para binatang pun makan, mempertahankan diri, dsb, persis seperti apa yang dilakukan manusia, cuma para binatang tsb melakukannya TANPA KESADARAN, yaitu secara refleks atau intuitif. Prilaku refleks dan intuitif pun masih dimiliki manusia, maklum manusia masih memiliki bagian otak yang primitif.
Salam --- In [email protected], "Budyanto Dj." <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > On 16 Mar 2007 at 5:09, loekyh wrote: > > Pak Manneke, mbak Marianna, Laura, dll, bung si_Andi itu teman > > diskusi yang hebat dan enak lho. > > Iya nih, saya agak heran kenapa Pak Manneke bisa "seolah-olah" berseberangan > dengan Pak Andi. Padahal Pak Andi juga berada pada sisi yang sama (mendukung > kesetaraan gender.). > > Yang saya tangkap dari penjelasan panjang Pak Andi adalah: bahwa manusia memiliki > warisan "naluri" yang merupakan hasil evolusi. Ini bukan diungkapkan untuk menentang > "kesetaraan gender", karena Pak Andi juga mengemukakan bahwa selain "naluri" toh > manusia juga memiliki "kesadaran". > > Mengenai "otak manusia" yang disinggung oleh Pak Loekyh, saya jadi teringat sebuah > tulisan singkat yang cukup menarik, yang saya baca belum lama ini. Tulisan itu > membahas masalah "risk" dan "security", dan bukan mengenai masalah "kesetaraan > gender". Meskipun demikian, mudah-mudahan setidaknya isinya bisa menjadi > pengetahuan tambahan buat kita dan ada sedikit relevansinya dengan topik ini... > Silahkan dibaca di bawah ini. > > salam, > Budyanto Dj. > --
