http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/23/utama/3402466.htm
============================

Jakarta, Kompas - Indonesia pada abad ke-21 akan mampu menjadi negara
maju dan sejahtera. Indonesia menjadi bangsa yang mandiri, produktif,
memiliki daya saing, serta mampu mengelola seluruh kekayaan alam dan
sumber daya lainnya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi jangka pendek,
menengah, dan jangka panjang.

"Saya punya keyakinan, 100 tahun ke depan kita bisa mewujudkan
cita-cita dan tujuan dalam Pembukaan UUD 1945. Mengapa kita perlu
yakin? Kalau lihat lintasan perjalanan sejarah kita, itu memungkinkan.
Jika kita ingin merekonstruksikan masa depan kita 100 tahun ke depan,
mari kita lihat perjalanan bangsa 100 tahun ke belakang. Dengan
demikian, kita paham perjalanan panjang sejarah untuk memiliki
kemampuan dan ketangguhan dalam mewujudkan cita-cita," ujar Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (22/3).

Pernyataan Presiden Yudhoyono ini disampaikan menanggapi kerangka
dasar Visi Indonesia 2030 yang diluncurkan resmi di Istana Negara,
Jakarta. Kerangka dasar Visi Indonesia 2030 disampaikan Ketua Yayasan
Indonesia Forum Chairul Tanjung dalam acara yang dihadiri ratusan
undangan yang berlatar belakang beragam, mulai dari pemimpin lembaga
tinggi negara, menteri kabinet, pengusaha, pengamat, praktisi pers,
budayawan, dan kepala daerah.

Hanya kerangka

Visi Indonesia 2030, menurut Chairul, hanya kerangka dasar yang perlu
ditanggapi dan diberi masukan oleh berbagai elemen bangsa lainnya.
Visi Indonesia 2030 itu mempunyai empat pencapaian. Pertama, Indonesia
akan masuk dalam lima besar kekuatan ekonomi dunia dengan tingkat
pendapatan per kapita sebesar 18.000 dollar Amerika Serikat (AS) per
tahun. Ini berarti Indonesia berada di posisi setelah China, India,
AS, dan Uni Eropa.

"Kedua, tahun 2030, sedikitnya 30 perusahaan Indonesia masuk daftar
500 perusahaan besar dunia. Ketiga, adanya pengelolaan alam yang
berkelanjutan dan keempat, terwujudnya kualitas hidup modern yang
merata," ujar Chairul.

Menurut Chairul, saat ini Indonesia berada pada kelompok negara
berpendapatan menengah ke bawah. Posisi ini akan bertahan hingga tahun
2015. Setelah itu, Indonesia masuk sebagai negara berpendapatan
menengah ke atas. "Industrialisasi menjadi katalisator akumulasi modal
menuju negara maju dengan kontribusi terbesar dari sektor jasa," paparnya.

Visi Indonesia 2030 mengasumsikan pencapaian itu terealisasi jika
pertumbuhan ekonomi riil rata-rata 7,62 persen, laju inflasi 4,95
persen, dan pertumbuhan penduduk rata-rata 1,12 persen per tahun. Pada
2030, dengan jumlah penduduk sebesar 285 juta jiwa, produk domestik
bruto (PDB) Indonesia mencapai 5,1 triliun dollar AS.

Namun, untuk mewujudkan visi itu, Yayasan Indonesia Forum mensyaratkan
utama tercapainya tiga keharusan. Pertama, ekonomi berbasis
keseimbangan pasar terbuka dengan dukungan birokrasi yang efektif.
Kedua, adanya pembangunan berbasis sumber daya alam, manusia, modal,
serta teknologi yang berkualitas dan berkelanjutan. Ketiga,
perekonomian yang terintegrasi dengan kawasan sekitar dan global.

Untuk mencapai visi itu, menurut Chairul, harus ada sinergi tiga
kelompok, yaitu wirausaha, birokrasi, dan pekerja pula. "Sinergi ini
mengarah pada peningkatan daya saing global perekonomian Indonesia,"
ujarnya.

Sinergi itu, tambah Chairul, membutuhkan kontrak sosial baru sebagai
perwujudan komitmen bersama untuk maju. "Satu dimensi penting kontrak
sosial baru adalah kepastian hukum dan kepastian usaha. Untuk itu,
pemberantasan korupsi serta pembenahan sistem dan aparat penegak hukum
perlu dilanjutkan," tuturnya.

Yayasan Indonesia Forum merupakan organisasi yang dimotori Ikatan
Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dan kajiannya dilakukan sejumlah
lembaga penelitian universitas di Indonesia dan Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Menurut Presiden Yudhoyono, Visi Indonesia 2030 itu bisa saja dianggap
sebuah mimpi, tetapi jangan malu dengan mimpi itu. "Sebab, bangsa yang
besar adalah bangsa yang mampu menciptakan mimpi dan mewujudkannya
dalam realitas," ujar Presiden.

Presiden Yudhoyono menambahkan, Visi Indonesia 2030 merupakan wujud
kesadaran dan kepedulian anak bangsa untuk lebih memajukan dan
menyejahterakan seluruh rakyat. (har) 

Kirim email ke