Oleh Ninok Leksono http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/23/ilpeng/3401936.htm ======================
Meski dirinya adalah seorang ahli fisika, Profesor Stephen Hawking dikenal amat gandrung pada antariksa. Ia termasuk yang menganjurkan bahwa umat manusia harus mempersiapkan diri untuk koloni antariksa, pergi ke luar Tata Surya, bila ingin terus hidup, mengingat Bumi akan semakin berat untuk mendukung kehidupan. Dalam kaitan cinta antariksa ini pula Hawking berusaha menarik perhatian masyarakat dunia pada penerbangan antariksa melalui cara yang unik: ia akan ambil bagian dalam penerbangan yang akan memberinya pengalaman tanpa gaya berat (zero-gravity flight) pada bulan April mendatang. Hawking menjelaskan, sebagai seorang yang mempelajari masalah gravitasi selama sebagian besar hidupnya, ia berkeinginan untuk merasakan keadaan tanpa gaya berat. Keinginannya itu akan diwujudkan oleh perusahaan Amerika Zero Gravity, yang biasanya menarik bayaran sebesar 3.750 dollar AS atau sekitar Rp 37 juta untuk merasakan efek tanpa gaya berat. (BBC Online, 1/3/2007) Dalam penerbangan spesial bersama Hawking, juga dilelang dua kursi penumpang untuk tujuan amal. Dalam penerbangan unik ini, Prof Hawkingyang sehari-hari duduk di kursi roda dan hampir sepenuhnya lumpuhakan ditemani oleh staf medik. Biasanya total penerbangan berkisar 90 menit, tetapi boleh jadi untuk Prof Hawking manuver akan dibatasi. Untuk awak NASA, penerbangan dibuat sedemikian rupa, sekitar 15 kali naik turun dalam kurva parabolik yang bisa menyebabkan mual atau bahkan muntah, hal yang menyebabkan penerbangan bagi antariksawan ini dikenal sebagai "Vomit Comet". Dari Florida Penerbangan gravitasi nol yang akan dijalani Prof Hawking akan lepas landas dari Pusat Ruang Angkasa Kennedy di Florida, menggunakan pesawat Boeing B-727 yang sudah dimodifikasi secara khusus. Pesawat akan menanjak ke ketinggian 9.750 meter dengan sudut yang tajam, lalu menukik ke ketinggian 2.400 meter agar penumpang bisa merasakan kondisi tanpa gaya berat selama 25 detik (Lihat Diagram Kurva). Saat pesawat menanjak, penumpang akan merasakan seperti didorong ke bawah, seolah tarikan Bumi naik hingga 1,8 kali dibandingkan dengan keadaan normal di permukaan Bumi. Dalam wawancara melalui e-mail dengan BBC, fisikawan masyhur ini selain mengajak masyarakat untuk mengembangkan minat terhadap penerbangan angkasa juga mengatakan, bahwa kendala fisik seperti yang dialaminya tidak harus membatasi seseorang. Yang penting adalah semangat tidak lumpuh. Ahli fisika yang dikenal luas karena risetnya dalam bidang lubang hitam (black hole) ini juga telah menyatakan keinginannya untuk ikut dalam penerbangan ke ruang angkasa. Januari lalu, saat memperingati ulang tahunnya ke-65, Hawking mengatakan dirinya berharap bisa terbang dalam pesawat angkasa yang dikembangkan oleh perusahaan Virgin Atlantic yang dimiliki oleh adventuris Richard Branson. Bisnis penerbangan "0-G" Sebelum dibuka resmi untuk masyarakat luas, pencetus bisnis penerbangan tanpa gravitasi telah melakukan upaya pengembangan selama bertahun-tahun. Dengan upaya ini, orang biasadalam arti yang tidak menempuh karier sebagai astronotbisa merasakan sensasi yang juga dirasakan oleh awak misi antariksa NASA. Setelah memodifikasi Boeing 727-200, pengelola bisnis ini juga menetapkan lintasan terbang parabolik guna menciptakan kondisi tanpa gaya berat. Secara fisik, apa yang dialami selama penerbangan ini serupa dengan yang ada pada permainan roller-coaster atau turun dengan lift cepat. Bedanya, di dalam kabin jet yang dikosongkan ini penumpang bisa merasakan melayang di udara, atau melakukan aksi terbang gaya Superman, serupa dengan apa yang sering tampak di layar televisi saat ada tayangan kegiatan astronot Amerika atau kosmonot Rusia di stasiun ruang angkasa. Penerbangan jenis ini sudah lama dilakukan untuk peneliti dan astronot NASA, sementara di Perancis ada perusahaan Novespace yang melakukan kegiatan serupa. Di Rusia, aktivitas serupa dilakukan untuk turis dengan menggunakan jet kargo Ilyushin Il-76 (Alan Boyle, MSNBC, 16/9/2004). Namun, bisnis yang dilakukan oleh Zero Gravity Corp dan Amerijet International-lahkeduanya perusahaan yang berkantor di Fort Lauderdale, Floridayang pertama kali mendapat persetujuan dari Badan Penerbangan Federal (FAA) untuk melakukan penerbangan parabolik untuk umum di Amerika. Seperti disampaikan oleh Kathleen Bergen, Juru Bicara FAA saat itu kepada MSNBC, ada banyak persyaratan yang dituntut dalam perawatan dan operasi pesawat sebelum pihaknya bisa mengeluarkan otorisasi khusus. Namun setelah dipersiapkan selam 11 tahun, Zero Gravity di bawah pimpinan Peter Diamandis, CEO yang juga dikenal sebagai ketua yayasan pemberi Hadiah Ansari untuk penerbangan angkasa swasta, mewujud. Tak lama lagi, Zero Gravity akan punya satu penumpang istimewa, fisikawan besar Inggris Stephen Hawking.
