Refleksi hati nurani pemimpin

    Ketika sebuah negeri menetapkan seorang pemimpin, maka bersamaan
dengan itu atmosfir negeri akan merona mengikuti warna pemimpin. Rona
yang menebar adalah refleksi dari hati sang pemimpin. Nyaman atau tidak, 
membaik atau tidak, menyenangkan atau tidak, itulah atmosfir yang tercipta
sebagai refleksi hati sang pemimpin.  

    Pemimpin tidak hanya satu orang akan tetapi terstruktur, oleh karenanya
atmosfir juga bisa berbeda di setiap struktur. Oleh karenanya ketulusan dan 
kebersihan hati seorang pemimpin mutlak diperlukan jika menghendaki atmosfir
yang kondusif dan menyenangkan dan yang serba ideal laksana mimpi. Selama
itu belum tercipta, maka selama itu pula atmosfir akan terkondisikan.

    Dan ketulusan dan kebersihan hati pemimpin tidak bisa hanya diungkapkan
melalui kata-kata, akan tetapi berupa pemikiran yang dicontohkan olehnya, tidak
hanya delegasi.Ketulusan dan kebersihan hati tidak akan pernah salah 
merefleksikan
outputnya, apapun tangkisan dan strategi yang digunakan untuk menutupinya.

    Dan yang tak akan pernah bisa salah adalah keseimbangan system yang telah
diciptakan oleh Sang Pencipta dalam mengatur kehidupan alam semesta dan isinya
sebagai program yang sangat luar biasa canggihnya, sehingga mampu secara 
otomatis
menyeimbangkan keadaan ketika terjadi sebuah kesalahan, sekalipun dari hati yang
tidak bisa diketahui oleh makhluk apapun.

    Ketulusan dan kebersihan hati sekali lagi adalah syarat mutlak, selebihnya 
adalah
penunjang. Jika di dalam perusahaan dikenal Key Performance Indicator ( KPI ), 
maka
refeleksi sebuah lembaga dari terkecil hingga sebuah negara indicatornya disebut
Heart Performance Indicator ( HPI ) dari pemimpinnya.


Ditulis dari 'Mimpi Memperbaiki Negri' karya sendiri di sebuah warung kopi.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke