Setuju Mas Wahyu,
   
  Boro-boro minta laptop, minta kenaikan gaji 5% aja pake nangis darah dulu,itu 
juga belum tentu dikabulkan.......yang ada malah dibuat tidak betah supaya 
mengudurkan diri dari perusahaan.
   
  Tapi susah emang....kayanya DPR kita menganut pepatah kafilah mengonggong 
anjing jalan terus....he...he

wahyu08 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Selama ini berita ttg DPR pada umumnya berkisar antara kenaikan gaji,
penambahan tunjangan, penambahan fasilitas, studi banding yg nggak
jelas, dan sekarang pembagian laptop.

Sebenarnya bagaimana sih kinerja anggota DPR yg terhormat tsb? Apakah
mereka memang layak mendapatkan gaji puluhan juta (dan hampir setiap
tahun minta kenaikan gaji) dan berbagai macam fasilitas yg wah tsb?

Seharusnya ada lembaga independen yg memantau kinerja DPR dan
melaporkannya kepada publik. Melaporkan berapa banyak RUU yg dibuat
dan disetujui dan gimana kualitasnya, berapa banyak anggota dewan yg
bolos atau tidur saat rapat. Harus dibuat juga tolok ukur kinerja DPR,
jadi rakyat nggak sia-sia keluar uang buat menggaji mereka. Tidak
seperti sekarang anggota dewan yg terhormat bisa sesuka hati minta
naik gaji tanpa perlu menunjukkan prestasi mereka dan tidak ada yang
bisa mengkontrol.
Kita yg karyawan rendahan aja harus menunjukkan prestasi dulu baru
bisa naik gaji... betul tidak?

-

Kirim email ke