Rekans,

Laptop supermahal DPR ini dari sisi lain justru mengadirkan "terang"
buat kita. Berkat Laptop ini boroknya hati nurani Anggota DPR menjadi
terlihat. Ketidakpedulian mereka pada penderitaan rakyat akibat
kemiskinan jadi nyata. Berkat terang yang dibawa Laptop Supermahal
ini, lalu menjadi jelas, ternyata semua anggota DPR sama saja, TAK
BISA PUAS! Buktinya, sampai sekarang tak ada anggota DPR yang
menentang kebijakan itu.

Saya masih berharap ada anggota DPR yang baik, jujur dan memikirkan
rakyat ynag miskin. Dan  saya harap mereka-mereka ini dapat berbicara
dengan lantang menentang kebijakan itu, SAAT INI, BUKAN NANTI setelah
Laptop itu dibagikan.

Kalau nanti semua orang bisa bicara,
"Ya, sebenarnya saya tidak setuju dengan pembagian Laptop itu,
bla...blaaa...."
Tapi, kalau nanti pernyataan itu sudah tak ada gunanya lagi bagi
rakyat. Sebab Laptop sudah diterima dan tak mungkin mengubah kebijakan
yang sudah laksanakan. Kecuali bagi anggota ybs, pernyataan itu
berguna sebagai upaya "bersih diri", atau "poles diri" agar TAMPAK
BAIK di mata rakyat. Kita kenal, ada banyak anggota DPR yang suka
seperti itu.

Jadi jelaslah sekarang, SEMUA ANGGOTA DPR itu SAMA SAJA.
Generalisasi saya ini berlaku, SAMPAI ada anggota DPR yang MENENTANG
dengan tegas, lantang dan terbuka setiap pemborosan uang negara,
minimal menentang kebijakan pembagian Laptop super mahal ini.
Kita tunggu.......

Salam
Mulyadi

--- In [email protected], Maulana Raja Aisyana
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ralat: Angelina Sondakh bukan dari PKB tapi Partai Demokrat (PD)
>

Kirim email ke