Biar ikut posting di milis saya juga rakyat kecil, gak punya jabatan
tinggi2. Saya belum punya NPWP tapi kalau belanja di Hero barang2nya
semua barang2nya kena pajak (artinya secara langsung saya bayar pajak
ke negara), makan di KFC kena pajak (PPN), beli ikan di pasar juga
sebelumnya barangnya udah dipajakin entah masuknya ke kas negara atau
ke kas oknum pejabat negara/pasar (secara tidak langsung saya yg
menanggung pajak dari harga penjualan). Parkir dipajakin, naik tol
dipajakin. Apa sih di dunia Indonesia ini yang secara langsung ataupun
tidak langsung bebas dari pajak resmi/tidak resmi (pungli)? (maaf)
kalau kentut doang kali ya.

Uang itu hanya berputar2, semua uang negara itu kalau dirunut2
bersumber kembali kepada uang rakyat yang dipindah2 karena adanya
ekonomi. Walaupun mungkin kalau dihitung sumbangsih saya terhadap uang
negara hanya 0,0000000000001%, tetapi saya tetap menjadi
shareholders-nya. Artinya 80% uang negara yg sebagian besar dari
pajak, secara tidak langsung ataupun langsung bersumber dari ekonomi
yg dijalankan rakyatnya sendiri termasuk rakyat kecil yg tidak punya
NPWP. Jadi kalau DPR mau beli laptop 21 juta (dimana harganya saja
sudah kelewatan), untuk DPR pula yang efektivitasnya diragukan, saya
sih PROTES KERAS! Kecuali kalau mayoritas rakyat setuju, ya terpaksa
menerima.

Kemarin ke ITC Kuningan liat laptop HP yg baru (bukan 2nd), dengan
spek yang lumayan canggih: bisa Wi-Fi, memori 512 MB, DVD Combo (bisa
play DVD sekaligus burn CD), pakai Windows asli, hanya Rp 7 JUTA saja!
Kalau tidak disertai Windows asli hanya Rp 6 JUTA saja! Kalau Rp 21
JUTA itu mungkin buat spek desain grafis dan edit film. Mungkin
anggota DPR pada mau bikin film kali ya ngikutin jejak rekannya
sebelumnya??


p

--- In [email protected], "Cahyadi Juananda"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Para senior FPK, 
> Saya bingung dengan diskusi Laptop DPR ini, banyak dari rekan FPK
mengatakan tidak setuju karena 'Dana diambil dari RAKYAT KECIL'.
> 
> Saya bingung
> Rakyat kecil yang mana?
> Setahu saya APBN itu diambil dari berbagai macam pajak seperti PPn,
PPNBM, BBN, PPh, dll.
> 
> Kalau demikian halnya, itu kan jelas sekali tidak dibayarkan oleh
rakyat kecil  yang buat makan aja susah, melainkan didapat dari orang
yang kaya. 
> 
> Pertanyaan saya, apa tidak salah kalo bilang itu mengambil duit
rakyat kecil?
> 
> Salam
> Cahyadi
>


Kirim email ke