Seperti biasa, saya akan menjawabnya berdasarkan pengalaman. Waktu saya SMU pernah terjadi keserupan sambung menyambung, mulai dari satu teman saya perempuan, tiba-tiba jatuh terlentang dan kejang-kejang, lalu disambut dengan siswi lainnya, sampai ada beberapa.
Saya sangat kenal mereka. Ini belum kesimpulan saya, tetapi mungkin, ini ada hubungannya. Mereka punya persoalan di rumah. Teman-teman saya itu sebelum berangkat sekolah membantu ibunya mencuci, menyapu, memasak, menunaikan tugas-tugas rumah tangga terlebih dahulu. Setelah dibawa ke PMR, diantara mereka ternyata banyak yang kekurangan darah. Pulang sekolah, abis makan siang, membantu ibunya lagi, dan kadang-kadang ikut berdagang di warung. Untuk adik atau kakak laki-lakinya, tugas-tugas ini tidak berlaku, mereka punya waktu untuk bermain bola, nongkrong dengan teman-teman lain. Waktu upacara setiap hari senin juga begitu, kebanyakan yang pingsan perempuan, dan kebanyakan teman-teman saya yang memang bekerja keras sambil sekolah. Mungkin begitu ya. Pak Manneke mungkin bisa bantu? Mariana Saturday, March 24, 2007, 9:14:05 AM, you wrote: > terlepas dari urusan dominasi kaum pria terhadap wanita, saya > pernah mengirim sebuah artikel yang diambil dari kompas dan pikiran > rakyat mengenai kasus kesurupan yang korbannya didominasi oleh kaum > perempuan secara berjamaah, dan jarang sekali korbannya adalah kaum > pria, mungkin bisa dijadikan contoh dari fenomena yang berhubungan dengan > gender. > > sebagai aktivis kesetaraan gender, barangkali mbak mariana bisa memberikan > tanggapan. > > http://www.kompas. com/ver1/ Metropolitan/ 0702/21/064501. htm > Belasan Siswi SMK di Bogor Kesurupan
