Wah, enak ya jadi DPR. Gaji dan tunjangan besar. Laptop diberi pula. Apakah negara lebih suka "menghidupi" orang-orang mapan dibandingkan memelihara fakir miskin dan anak terlantar?
Bagaimana sih perasaan para anggota dewan yang terhormat itu ketika melihat anak-anak jalanan yang terlantar, ibu-ibu yang berjualan di stasiun-stasiun kereta sepanjang jalur Jakarta-Jawa Timur siang dan malam, nenek-nenek yang mencari batu di sungai desa Kademangan Blitar demi sesuap nasi serta tukang becak yang tak punya rumah berteduh di malam hari? Jika memang laptop jadi diberi, adakah anggota DPR yang berani menjual kembali Laptopnya lalu uang hasil penjualannya, misalnya, disumbangkan pada seorang nenek tua yang mencari sesuap nasi dengan mengasong nasi bungkus, sate bekicot dan sate usus ayam di Stasiun Kereta Api di kota Blitar? Nenek itu mestinya tak perlu lagi jualan berpanas-panas di Stasiun Blitar dan menikmati hari tuanya dengan tenang jika ada anggota Dewan yang lebih peduli. Wassalam, ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Re: Saya Tidak Setuju Anggota DPR Mendapatkan Laptop! Posted by: "Bambang Soetedjo" [EMAIL PROTECTED] bambang_soetedjo Mon Mar 26, 2007 4:49 am (PST) Inilah yang saya maksud dan saya harapkan dari para pejabat yang pendidikannya amat sangat tinggi yang sedang duduk dalam pemerintahan kita. Daripada petentang petenteng bawa laptop dan kalau ditanya memory nya berapa KB atau berapa MB nggak bisa jawab, malu kan? lebih baik kan buat membantu saudara2 kita yang membutuhkan. Betul nggak? Tapi kalau mereka lebih senang dengan trend baru DPR dengan laptop nya, kita sebagai rakyat mau bilang apa? Sepertinya apa yang DPR kehendaki adalah sudah betul2 veto dan tidak bisa diganggu gugat walaupun manfaatnya tidak seberapa. Yang bisa mengoperasikan laptop ini ada berapa orang sih bapak2 dan ibu2 para wakil kita di DPR? Hayo coba berani jawab nggak???? Selamat survey dan memberikan jawaban jujur....he. ..he...! Salam BS
