Suatu ketika Aji Mumpung bermimpi. Di dalam mimpinya Aji sedang
melakukan sebuah riset mengenai sebuah penciptaan alat pemindai (Scanner)
untuk melihat hati (qolbu manusia). Hasil scanning alat ciptan Aji ini mampu 
memperlihatkan performa hati seorang manusia, apakah manusia baik atau
tidak. Sungguh luar biasa kecanggihan alat ini, inilah alat yang memang sangat
diperlukan di negeri ini.

    Setelah riset selesai dilakukan, tibalah waktunya untuk menguji coba alat 
ini.
Siapa ya sasaran uji cobanya? Setelah melalui analisa sampling, manusia 
pertama yang layak adalah preman jalanan yang sadis dan raja tega. Wah,
ternyata hasilnya terlihat hati yang bengkak dan memar, performanya buruk.
Inilah refleksi dari akhlak dan perbuatan si preman, gumam Aji. Hebat betul 
alat 
ini. 

    Singkat cerita, berbagai jenis profesi manusia Ia scan dengan hasil yang 
bervariasi.Tibalah waktunya untuk melakukan scanning ke para wakil rakyat
tercinta. "Wah, pasti bersih lah hasilnya, wong mereka wakil rakyat terhormat",
gumam Aji suatu ketika. Pelaksanaan scanning dimulai secara sampling yang 
mewakili setiap fraksi dan pendeknya badan DPR secara keseluruhan terwakili.
Ketika hasil scanning hendak di edit di laptop Aji ( Canggih sih, cuman bedanya
ini beli sendiri, nggak pake duit rakyat)...walah kok begini.........
Apa yang terlihat oleh Aji di luar perkiraannya,  tampilan hasil scan yang 
terlihat
adalah...sebuat bongkahan hati yang membusuk berbelatung.

    Aji mulai ragu dengan akurasi pemindaian alatnya....
("Yang bener yang mana ini," renungnya..)
Tiba2 mukanya terasa basah dan dingin, rupanya emaknya menyiram muka Aji
dengan air di gayung, gara2 telat belanja ke pasar....bangun kesiangan.....


----- Original Message ----- 
From: Yuni Anggreini 
To: [email protected] 
Sent: Tuesday, March 27, 2007 12:00 PM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Anggota DPR RI yang juga anggota Milis FPK 
(Utk Agus H)


Kalau tidak ada laptop, kinerjanya memble? 
Ada jaminan kalau punya laptop kinerjanya jadi optimal 100%?
Kalau memang merasa amat sangat butuh, kan bisa beli pakai gaji sendiri yang 
besar itu. Yang harganya kurang dari 10 juta rupiah juga ada. Malas bayar 
kontan, ya mencicil saja. 

Sepengetahuan saya, laptop 20-an juta spesifikasinya sudah canggih banget 
banget banget, dan IMHO berdasarkan pengalaman kerja, saya pikir yang butuh 
spek secanggih itu paling yang pekerjaan berkaitan erat dengan teknologi dan 
urusan rancang-merancang. Wakil rakyat paling-paling pakai Microsoft Office, 
Adobe Photoshop supaya bisa buka file-file JPG, atau produk-produk sejenis yang 
open-source, internet, dan sedikit games penghilang kantuk. Mereka kira 
masyarakat lugu sekali ya soal teknologi?

Hati nurani wakil rakyat sudah mati berkali-kali. Ya urusan naik gaji, lah, 
tunjangan ini-itu, studi banding ke luar negeri yang tidak ada hasilnya (bisa 
dikerjakan lewat internet gitu lho...), sekarang urusan laptop pula. Capek 
banget dirampok sama wakil sendiri. 


salam,
Yuni

Kirim email ke