Saya kok tak melihat keberadaan unsur pemaksaan menghormati lesbian dalam tulisan di atas. Yang saya tangkap adalah permintaan menghormati sesama manusia, walaupun ada di antara manusia2 tsb yang lesbian atau gay dan cuma memprotes mereka yang memandang para lesbian secara negatif (seharusnya secara netral). Komentar awam saya berikut perlu dikoreksi oleh mereka yang tahu ilmu kedokteran, biologi, dsb.
Saya bisa mengerti seseorang menjadi lesbian atau gay sebagai akibat adanya ketidakseimbangan abnormal dari hormon testosteron atau hormon estrogin di dalam tubuh mereka. Saya percaya ketidak seimbangan hormon secara tak normal ini bisa terjadi sejak dalam kandungan sebagai akibat makanan si ibu atau mungkin juga karena kualitas sperma si bapak, atau sebagai akibat karena lingkungan (terutama makanan) yang diterima si lesbian atau gay tsb dalam perkembangan ybs menjadi dewasa. Ketidak seimbangan abnormal ini bukan kesalahaan, apalagi dosa, ybs. Yang berdosa adalah mereka2 yang mengutuk secara negatif mereka2 yang menjadi gay atau lesbian sebab menjadi gay atau lesbian belum tentu mrpk kemauan mereka sendiri, seperti halnya kita lahir berkelamin laki2 atau wanita bukan atas kemauan kita sendiri. Kalau saya mau mengutuk, saya lebih cederung mengutuk pola hidup dan lingkungan modern sekarang ini yang konon cenderung mendorong lebih banyak terjadinya kasus-kasus tak normal. Salam --- In [email protected], amrie hakim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mbak yth, > > Sudah menjadi hukum Tuhan tiap mahluk/hal di dunia itu diciptakan berpasang-pasangan. Mengikuti logika mbak yang pro lesbianisme/homoseksualitas ini, setiap insan lesbian/homoseks pun mempunyai pasangan lesbian/homoseksnya masing-masing. > > Nah, kalau mbak konsisten dengan pandangan seperti itu, sudah seharusnya mbak sebagai pendukung/pecinta lesbianisme/homoseksualitas juga gak perlu protes kalau ada orang- orang yang tidak mendukung/membenci pilihan hidup orang-orang yang menganutnya. Memaksakan orang-orang untuk mendukung atau setidak- tidaknya menerima lesbianisme/homoseksualitas itu berarti mbak gak konsisten dengan pluralitas itu sendiri. Jadi, mbak juga harus menerima dengan lapang dada orang-orang yang menolak itu.
