wah, logika sampeyan agaknya cukup morat-marit. kenapa juga anda melarang orang 
protes, sementara anda mempersilakan orang itu berjuang. karena protes itu juga 
adalah salah satu bentuk perjuangan. 

----- Original Message ----
From: amrie hakim <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, March 28, 2007 12:25:23 PM
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Lesbian: Begitu Tabunya?


   
            Mbak yth,

   

  Sudah menjadi hukum Tuhan tiap mahluk/hal di dunia itu diciptakan 
berpasang-pasangan. Mengikuti logika mbak yang pro lesbianisme/ homoseksualitas 
ini, setiap insan lesbian/homoseks pun mempunyai pasangan lesbian/homoseksnya 
masing-masing.

   

  Nah, kalau mbak konsisten dengan pandangan seperti itu, sudah seharusnya mbak 
sebagai pendukung/pecinta lesbianisme/ homoseksualitas juga gak perlu protes 
kalau ada orang-orang yang tidak mendukung/membenci pilihan hidup orang-orang 
yang menganutnya. Memaksakan orang-orang untuk mendukung atau setidak-tidaknya 
menerima lesbianisme/ homoseksualitas itu berarti mbak gak konsisten dengan 
pluralitas itu sendiri. Jadi, mbak juga harus menerima dengan lapang dada 
orang-orang yang menolak itu.

   

  Lagi pula, menurut saya, sangat tidak pada tempatnya kalau lesbianisme/ 
homoseksualitas itu disamakan dengan anak bindeng atau orang kulit hitam. Insya 
Allah, itu salah besar mbak. Agama yang saya anut, Islam, tidak menghukum orang 
karena dia bindeng atau berkulit hitam. Di mata Islam, semua manusia sederajat, 
dan manusia yang paling mulia adalah yang paling bertakwa. Nah, kalau ada 
orang-orang yang membenci lesbianisme/ homoseksualitas itu karena agama juga 
membencinya, mbak.

   

  Tapi, toh kalau menurut mbak lesbianisme/ homoseksualitas adalah sesuatu yang 
perlu diperjuangkan, silahkan diperjuangkan, secara terang-terangan maupun 
sembunyi-sembunyi. Kalaupun perjuangannya sangat berat (karena sudah ribuan 
tahun kayaknya lesbianisme/ homoseksualitas tidak pernah diterima masyarakat 
luas) yah anggaplah itu harga dari sebuah perjuangan. Kalau dikucilkan pun 
tidak usah berkecil hati, mbak. Karena jika mbak konsisten bahwa apa yang mbak 
lakukan/yakini itu benar menurut Tuhan yang mbak yakini dan menurut nurani 
mbak, apalah arti pandangan orang lain? 

   

  PS: Numpang tanya, mbak, kira-kira apa hukumnya kalau pasangan lesbianisme/ 
homoseksualitas itu melakukan poligami dengan pasangan sejenis juga? Mohon maaf 
mbak kalau pertanyaan saya ini bodohnya tidak ketulungan.

   

  salam,

  

Kirim email ke