P. Martin,
membahas masalah peran Indonesia dalam resolusi terhadap Iran tersebut tidak
harus pro dan kontra, tetapi mencari pemahaman seluk-beluk-nya, sehingga
harapannya kita semua dapat faham "bagaimana, apa dan mengapa".
Permasalahannya adalah mengapa kita tidak melakukan alternatif lain yang
adil, mengingat pengayaan nuklir tersebut juga dilakukan oleh Israel dan USA.
Sedangkan DK PBB "selayaknya" adalah netral.
Mengenai negara Qatar anggota di DK PBB yang juga menyetujui resolusi tsb,
saudara tentu sudah faham bahwa sesungguhnya negara Qatar dibawah korporasi USA
(saya melihat fakta dan pengalaman sendiri ketika mengikuti konferen di
University di Doha, 2005, saya cermati hampir semua post-post strategik
dikontrol "US citizen", terutama petrol). Jadi layaknya bak boneka sahaja yang
enjoy dimainkan.
Mengenai presiden Iran, Akhmaddinejad, barangkali emosi anda terprovokasi
karena keberpihakan anda disebabkan bertentangannya kefahaman agama yang anda
anut. Kalau menurut anda mempertahankan pendirian terhadap suatu konsep demi
harkat hidup bangsanya dikatakan "vokal dan sombong", lalu seperti apakah GW
Bush yang telah membantai banyak manusia di Irak?
Bagi manusia yang memiliki hati nurani yang bersih, saya meyakini apapun
kefahamannya mesti ada suatu "ketidak-ridhoan".
Presiden Iran, Akhmaddinejad adalah seorang dosen dan fisikawan yang humanis,
beliau bukanlah pembunuh temperamental seperti presiden GW Bush yang kini senat
demokrat pun akan menyeretnya ke Mahkamah.
kcn,-
Martin Widjaja <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mas Kukuh dan Kel FPK-ku
Iya tumben2an anggauta DPR kita kayak anggauta DPR beneran dalam
kasus sidang PBB itu yah ?
Hampir semua prestasi anggauta DPR kita memalukan, nggak diri dan
nggak tahu malu.
Ada berita juga soal negara2 Arab [ sunni ] yg memang juga melakukan
approach agar Indonesia vote buat sanksi ke Iran.
Soal kayak gini buat yg pro Iran ngerti enggak yah ?
Kan udah disebut2 Qatar juga vote sanksi ke Iran ?
Dalam analisa2 berita di sini, banyak yg menyesalkan P Akhmad Dinejad
yg terlalu vokal dan sombong , hingga mengingatkan jaman P Sadham Husein
alm dulu, kalau udah di bom habis rakyat yg menderita juga, siapa yg
salah dong ?
Lebih hebat lagi politikus kita [ mungkin karena mau berprestasi kayak
P Agung Leksono itu ..] nggak ada urusan ikut2an heboh ...
Mudah2an kalau kita ada masalah , negara lain juga ada yg ikut2an
heboh , bukan kayak jaman Timtim, semua bungkam seribu basa..
Salam , martin - indiana