Mas Vavai yg baik, Biasanya kalau orang kuat/kaya ngomong sombong nggak gitu keliatan, tapi kalau orang kecil ngomong besar langsung nyolok. Yg jelas Penguasa Tertinggi [ Ayatollah ?] di Iran juga sudah memeberikan indikasi agar P Akhmad menurunkan nada tinggi pidato2nya guna mengurangi resiko kehancuran bagi negara..
Masalah Irak memang tidak akan ada habisnya karena perang yg didukung Iran [ M Al Sadr yg Syiah militan dll ] dan Syria yg menjadi basis dukungan Sunni selama ini. Sebenarnya banyak juga dukungan dr Jordan dll sbg warriors Al Qaida seperti juga ketika perang Bosnia dan Afghan di Irak yg beberapa waktu yl dibahas oleh Ms Condi Rice di Timteng . Jadi seperti juga di Palestina, Libanon gejolak perang dan kekerasan akan terus berlangsung karena diantaranya Iran sangat berambisi buat berprestasi dan menampilkan kejayaan masa lalu... Kelihatannya kelompok anti perang di AS memang nggak malu keluar dari Irak bahkan terang2an minta P GWB membiarkan Sunni-Syiah habis2an aja perang sendiri dan Kurdi di amankan karena mau mengaman kan daerahnya sendiri yg kaya minyak. Namun sekarang ini justru negara sekitar Irak macam Arab Saudi , Uni Emirat Arab dll yg kuatir kalau AS keluar dr Irak , karena jelas Iran yg akan sangat berpengaruh di Irak baik dalam soal politik maupun ekonomi [ saat ini barang produk Iran sangat dominan di pasar Irak ] Pertanyaannya adalah apakah politisi di Indonesia memahami trend politik yg ada di timteng sendiri ? Kita saat ini ber topik soal anggauta DPR yg heboh soal rapat DK PBB kan ? Alm P Saddam Hussein digantung oleh kelompok Mokhtada Al Sadr yg sangat fanatik. fasilitas Nuklirnya memang sudah dibom Israel thn 80an fasilitas pembunuh massal kimia yg pernah digunakan membunuhi suku Kurdi mungkin juga sudah entah kemana bahkan pesawat2 tempurnya juga sudah dipindahkan bahkan ke Iran sebelum Irak mulai dibom AS. Hingga sekarang yg disebut WMD memang belum lagi ditemukan. Kalaupun AS jadi ngebom Iran, maka rasanya cuma akan seperti ngebom Belgrade dan tidak akan banyak kurban lagi kayak di Irak , apakah ke vokal an P Akhmad jadi besar gunanya ? Rasanya kemampuan Iran bisa diukur dengan jelas kalau kita melihat 8 tahun perang Iran Irak , apalagi sekarang ini peralatan militer Iran sangat kekurangan spare parts [ macam TNI kita ] namun herannya Iran malah pamer dengan senjata rudal [ yg sebagian diekspor ke Lebanon,dan sukses 'mengalahkan' Israel ] plus ambisinya memiliki senjata nuklir walau dikatakan untuk pembangkit listrik saja ... Sebenarnya yg anti nuklir Iran bukan cuma AS tapi terutama Eropa terutama Perancis yg pernah mengutarakan kalau perlu akan mendahului ngebom dgn nuklirnya kalau terancam. Kalau ditanya kenapa yg lain boleh, Iran kenapa nggak boleh , yah sudah kandung Mas Vavai, kan AS dan sekutunya mau menang sendiri, apalagi Iran terang2an mau melenyapkan Israel segala. Dalam orasi2nya ancaman demi ancaman terus dilakukan mana orang nggak waspada ? Maunya kayak India dan Pakistan yg sukses secara tiba2 punya bom nuklir [ Israel sampai sekarang nggak pernah ngomong soal nuklir ] Brazil saat ini juga diperkirakan sudah punya kemampuan membuat bom nuklir cuma nggak punya musuh , hingga nggak menarik perhatian. Dalam prediksi perang CNN yg diperkirakan terjadi adalah ekstrimist atau teroris membajak pesawat dr Teheran ditubrukin ke Kaabah di Arab Saudi yg kemudian memicu perang besar.Bukan Iran sampai bisa ngebom Israel dengan nuklirnya Jadi memang Iran akan dipastikan nggak bisa punya fasilitas nuklir dengan segala caranya. Sekali lagi perlu dipertanyakan kepentingan dan target Indonesia heboh soal Iran ini mengingat Indonesia bukan cuma harus berbaik dengan Iran [ dan kelihatan 'bijak' ] tapi juga lebih harus melihat pandangan negara2 Arab [ Sunni lagi ] yg lebih banyak...Nggak usah mengatakan mau jadi boneka /antek AS segala... Saya kira low profile seperti RRT adalah sikap yg paling tepat meng hadapi kesombongan atau hegemoni Barat [ kalau citranya demikian] daripada teriak2 heboh yg hanya akan merugikan negara dan bangsa.. Salam , martin - indiana ----- Original Message ---- From: Muhammad Rivai Andargini <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, March 29, 2007 2:12:28 AM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: RI Lakukan Blunder Besar - dengan Dukung Sanksi DK PBB terhadap Iran Pak Martin, Lebih sombong mana dengan Bush yang jadi presiden tempat bapak tinggal sekarang ? Itu WMD di Irak kemana, sudah ketemu belum ? Buktikan dulu WMD di Irak, baru mengalihkan isu ke Iran. Irak saja belum beres-beres, apa nggak malu pada jejak yang ditinggalkan ? Saddam Hussein sudah digantung, mana bukti yang digembar-gemborkan Amerika ? Amerika melarang negara lain punya nuklir, kenapa dia boleh punya ? Kenapa Inggris, Perancis, India & Pakistan boleh ? Kenapa Israel juga boleh ? Vavai
