Dari uraian tentang Visi Indonesia 2030, sepanjang yang dapat saya tangkap 
bukan merupakan visi dan misi yang dibuat oleh pemerintahan SBY, jadi bukan 
yang akan dicapai oleh pemerintahan SBY......bahkan belum oleh kita bersama. 
Kerangka ini kan harus digodog dulu oleh berbagai pihak, misalnya MPR/DPR.
  Mungkin kita bersama tahu ada Visi Indonesia 2030, akan tetapi ya sekedar 
tahu ada tulisan Visi Indonesia 2030.......bagaimana melakukannya, sejak kapan/ 
jadwal dan sebagainya tidak terbaca. Kalau kita anggap VI 2030 berlaku sejak 
2008.....tentu ada tahapan per 4 tahun misalnya, atau per tahunnya dalam bentuk 
APBN.
  Dengan tidak adanya rencana kedepan, maka kita tidak tahu target apa yang 
harus dicapai......fungsi kontrol apa yang harus ditetapkan, agar bilamana 
terjadi penyimpangan dapat segera dikoreksi.
  Pemerintahan.....dan bahkan wakil rakyat,yang terbaca dari media massa, pada 
tahun pertama lebih banyak meributkan siapa yang duduk di 
organisasi....bagaimana bentuk organisasi......tahun berikutnya susun ini itu 
untuk mencari anggaran, tahun berikutnya mempersiapkan untuk pemilihan 
berikutnya......kapan memikirkan negara dan rakyat?
  Tanpa adanya rencana 1 tahun, 5 tahun,10 tahun, 20 tahun ataupun 50 
tahunan.....rasanya semua yang terjadi hanya try and error, .....kalau tahun 
ini perekonomian membaik ya...syukur.....kalau banyak pengangguran ...ya..maaf 
saja.....,selain cobaan yang ditimpakan kepada kita oleh Tuhan.
  Sallam, 

Ida Bagus Arka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Kenaikan harga BBM yang dua kali membuat kita kelimpungan. Ya 
jugalah, salah satu penyakit yang semula mulai dari Tangerang, terus menjalar, 
dan di media hari ini dibertakan di Surabaya telah meninggal pasien yang 
positif flu burung (terserang virus H5N1). Gawat, penularan flu burung kepada 
manusia bergerak ke timur. Perlu ada biosekuriti, kebersihan, vaksinasi flu 
burung, pengobatan, etc.
Salam
IBA

Kirim email ke