Pak Daniel,

pada akhirnya sebuah koran bukan masalah deivery berita, namun 
delivery conscience, kebenaran, pegangan, pedoman, dan membuat kita 
menjadi tahu.

untuk itu butuh integritas dari penulisnya, kalau pemimpin 
redaksinya menghamili reporter, ya repot Pak.  seperti media yang 
anda ceritakan itu.

salam,
GG

--- In [email protected], steven lenakoly 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam,
> 
> Saya rasa apa yang dikatakan pak daniel kurang tepat, khususnya 
yang berkaitan dengan detail yang berhubungan langsung dengan 
akurasi. Bukan berniat membela atau menjelekkan yang lainnya, Jawa 
Pos tidak terlalu detail dalam pemberitaan. Banyak ditemukan kutipan 
gak nyambung, alur cerita berita gak mengalir, angka yang ngawur 
pool. Bayangkan dalam pemberitaan lahan TVRI baru-baru ini, karena 
saya juga liputan hal yang sama, tertulis "...lahan 9,5 Ha," padahal 
yang sebenarnya atau yang tepatnya 95.850 meter. 
> 
> Bagaimana bu Srikit Syah?
> 
> Salam hangat,
> Steven
> 
> "Daniel H.T." <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:                                     
> Gaya pemberitaan Kompas edisi Jawa Timur mengikuti pola Kompas 
Nasional.  Cenderung ke bahasa yang formal, kurang familiar dgn 
karakteristik orang  Surabaya pada khususnya. 
>   
>  Sayangnya, hal ini juga diikuti oleh saudaranya, Surya, yg gaya  
pemberitaannya terlalu kering.
>   
>  Hal ini berbeda dgn Jawa Pos yg kelihatannya lebih tau 
karateristik orang  Surabaya, yg juga banyak dihuni oleh orang2 dari 
Indonesia Timur. Yang menurut  saya, gaya "ceplas-ceplos"-nya rada2 
mirip. Selain beritanya menggunakan bahasa  sederhana, juga u/ 
berita2 lokal Surabaya, Jawa Pos sering sangat detail dlm  
mengekspos suatu peristiwa yg diperkirakan menjadi pusat perhatian 
orang  Surabaya.
>   
>  Contoh: Gaya pemberitaan Kompas JT  kebakaran di showroom sepeda 
motor  Honda, Ramayana.
>  Hanya berupa foto kejadian. Itu pun tidak jelas, kalau foto itu 
adalah  peristiwa kebakaran, kalau kita tidak membaca keterangannya. 
>   
>  Judul fotonya pun ditulis: "Kebakaran "Dealer" Sepeda Motor.
>   
>  Hanya itu.
>   
>  Padahal semua orang Surabaya rasanya sangat tau dgn show 
room "Ramayana"  ini. Yang adalah salah satu show room sepeda motor 
Honda tertua dan terbesar di  Surabaya, yg letaknya sangat 
strategis. Sehingga terbakarnya show room ini  sangat mengejutkan 
warga Surabaya dan memancing keingintahuan yg lebih jauh  terhadap 
kejadian tsb.
>   
>  Kompas JT "mengidentifikasi"-nya hanya dgn sebutan "dealer" 
sepeda  motor.
>   
>  Sudah begitu, keterangan fotonya pun menggunakan bahasa Indonesia 
yg tidak  sempurna.
>   
>  Ditulis bahwa kebakaran tsb "diduga akibat hubungan pendek."
>   
>  "Hubungan pendek" apa? Tentu, yg dimaksud adalah hubungan pendek 
aliran  listrik. Tapi, kenapa hanya ditulis "hubungan pendek."? Kan 
harus jelas,  hubungan pendek apa yg dimaksud.
>   
>   
>  Selain itu, pada halaman depannya: "Sekkab Jember Jadi Tersangka"
>  Sub-judulnya ditulis: "Mantan Bupati Samsul Hadi di Rumah Sakit"
>   
>  Ngapain mantan bupati itu di rumah sakit? Bezuk orang sakit kah?
>   
>  Rasanya lebih tepat kalau ditulis: "Mantan Bupati Samsul Dirawat 
di Rumah  sakit."
>   
>   
>  
>      
>                        
> 
>  
> ---------------------------------
> Food fight? Enjoy some healthy debate
> in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke