Saya sependapat;  dibawah ini beberapa komentar saya:
   
  Di kalangan industri sudah cukup lama dikenal adanya CR (Cost Reduction) 
upaya ini dilakukan secara terus menerus....selalu dicari upaya untuk 
meningkatkan effisiensi disegala bidang....contohnya yg gampang, telpon 
dibatasin berapa menit, lampu/AC, perjalanan dinas atau rapat diganti dengan 
conference call, dan banyak lagi...
   
  Demikian juga dengan produktivitas....nah mungkin karena kita terlalu sibuk 
bertahun2 menikmati udara "demokrasi" sehingga hari2 berpolitik ria dan lupa 
mengisi kehidupan demokrasi secara bertanggung jawab makanya tahu2 petani 
Vietnam sudah jauh lebih produktive ketimbang petani kita...lalu kemana aja 
benih2 unggul kita???
   
  Pupuk, Gas, minyak tanah boleh naik terus...harganya sementara harga gabah 
petani???
   
  Buah2an woowww..sampai pelosok2 sekarang buah impor gampang dijumpai....dan 
terjangkau...lalu kemana buah2an kita???  Sekarang dari buah sampai mobil 
semuanya "Bangkok" punya .....
   
  Soal jalan....sepertinya pernah saya tampilkan juga di FPK, di Amerika (ya 
lagi2 Amrik) tapi memng begitulah....ada dikenal FM Road....(Farm to Market 
Road) inilah yg membantu petani2 sana mudah mencapai pasar.....sehingga produk2 
pertaniannya gampang dan cepat sampai ke pembeli.  Nah dikita kalau petani bawa 
hasil pertaniannya lewat jalan tol pakai pick-up....disamping harus bayar tol 
resmi, juga harus rajin lempar kotak korek api atau bungkus rokok yg berisi 
uang...kalau nggak tahu sendiri....ini kan sudah biaya tambahan lagi....
   
  Soal arahan profesor yg menyesatkan...aduuh repot juga ya apalagi kalau 
tahunya sepotong-sepotong tapi karena yg ngomong "professor" lalu dianggap 
kebenaran absolut...padahal tahunya sumbernya "katanya"

  Ya itulah, soal Bank nggak tahu saya, mungkin Pak Godlip yg bisa memberikan 
pencerahan?
  
Salam
  Kukuh Kumara
Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Saya sebenarnya suka mikir terbalik... bagaimana ya .. dengan prinsip 
bhw 
petani/produsen untung tanpa naikkan harga..:(

Lalu mikir ..barangkali ada jalan untuk menekan biaya...... harga tetap .. 
untung meningkat.. sukur sukur harga turun .. untung meningkat..., 
targetnya kejauhan ya..... nggak juga... ini visi 2015... smile..

Coba bayangkan Mas... beras dr Vietnam harganya USD 300 per ton.. alias 
Rp.2.700 per kg..lalu katanya Cina dan Pakistan malah menawarkan harga USD 
208 per ton, atau sekitar Rp.1.700 per kg. ( itu belum di hitung Vietnam 
nya memberi kickback ke Kabulog sampai beberapa ember)

Bgaiamana sih caranya mrk jual seharga itu tanpa petaninya jadi rugi..., 
dumping ??? subsidi pemerintah ?? rasanya Vietnam, Pakistan, bahkan Cina 
belum sekaya itu.. mau dumping dan atau subisdi yg gede banget.

O barangkali produktivitas mrk tinggi... , Cina itu sudah penghasil bibit 
hibrida yg outputnya bisa 10 ton per ha , kalau kita kan sekitar 4 ton per ha..

O barangkali.. bunga bank disana lebih murah...

O barangkali jalan jalan,. pengairan dan lainnya lebih bagus... jadi ongkos 
angkut murah... , nggak ada pungli lagi...

o barangkali luas lahannya lebih gede. sehingga mudah pengolahan yg lebik 
di mekanisasi agar efisien.., dan petaninya dpt hsl lebih banyak

Waktu kemarin ini lihat siaran TV pengarahan SBY kpd penuluh pertanian di 
istana bogor, saat SBY nutar mutar ninjau stand hsl pertanian, ada yg 
menarik, yg memberi penjelasan, menunjuk pada satui hsl pertanian.., lalu 
katanya dulu harga nya Rp.2.500 sekarang dijual Rp.1500 petani sudah 
untung.. krn produktivitasnya meningkat 4 kali lipat...

Yang begini yang aku .. mau...

Misal lagi... soal produk GM , genetically modified, atau rekayasa 
genetis..., bibit sejenis ini... bisa dirancang sesuai kebutuhan..., 
misalnya didaerah kering.. ada bibit yg bisa hidup dalam kekeringan.. 
Atau ada bibit yg langsung anti hama shg nggak perlu insektisida..

Seorang professor yg pakar, mengomentari... lha hamanya aja nggak mau 
makan.. apalagi kita manusia...

Saya bilang .. itu arahannya menyesatkan... lh buktinya.. kalau kita nggak 
tahu... kan kita makan tempe juga... yang nyatanya hasil dr olahan 
kedele GM, a tau kedele transgenik...

Kalau produktivitas bisa naik tinggi... dan aman lagi... kenapa tidak..

Negara kaya aja ada yang memproduksi seperti itu, hasil dr rekayasa genetis 
ini dijual juga lho di Amrik... masa yg miskin malah sombong ??

Tentu saja semua ini setelah melalui risk assesment yg benar..

Saya lihat sih.. apa yg di bicarakan SBY maupun Mentan.. sudah banyak 
mengarah kesini.. cuma implementasinya... saya ragu banget...

Soalnya issue nya banyak yg dijegal utk kepentingan lain... lalu sebenarnya 
kita memang miskin.. sombong dan... barangkali sering mau "dikibuli " 
kekuatan tertentu..

Salam

Haniwar

At 11:09 PM 3/28/2007, you wrote:

>Rekan Haniwar...gimana kalau diskusi kedokteran?? Tapi saya jadi nggak 
>nyambung....
>
>Kembali ke Lap...eh ke Pertanian...setuju banget kalau tujuannya 
>kemakmuran...bukan sekedar substitusi impor...dan setuju banget agar 
>fokusnya adalah pemberdayaan petani (pendapatannya, 
>produktivitasnya...dlsb, termasuk daya beli masyarakat terhadap produk2 
>pertanian/perikanan lokal)...
>
>Seperti beberapa waktu yg lalu ada yg protes karena nelayan tidak diberi 
>jatah minyak tanah, sehingga nggak mampu melaut...lah ini kan 
>terbalik-balik.....khan yg perlu dipikirin adalah bagaimana agar hasil 
>tangkap nelayan itu bisa dibeli dengan harga yg layak....sehingga biaya 
>operasionalnya secara wajar bisa "klop" dan nggak tekor....artinya mampu 
>beli solar dengan harga wajar dan masih dapat untung dari usahanya 
>menangkap ikan....
>
>Itulah sebabnya "mungkin" nggak banyak yg mau bekerja di laut, walaupun 
>2/3 wilayah kita ini lautan.....bahkan katanya nenek moyangnya pelaut. 
>Kalau saja ada pulau kita diserobot orang lain....itupun tahunya 
>terlambat....biasanya ramainya di Bunderan HI atau jalan2 lainnya....mau 
>nggak ya orang yg suka demo, bekerja di laut atau dilahan2 pertanian (Kan 
>katanya negara Agraris)???? Karena saat ini nelayan kita dan pelaut2nya 
>yach nggak lebih dari 3 jutaan lah....orang mendingan berebut jadi anggota 
>parlemen bisa cepat kaya.....
>
>Ya begitulah, ini memang topik yg tidak terlalu menarik, makanya Bank Pun 
>enggan mengucurkan dananya untuk pertanian, perikanan, apalagi industri 
>kapal....nya.
>
>Salam
>Kukuh


         

 
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
 Try the free Yahoo! Mail Beta.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke