Dimana IPB merupakan perguruan tinggi yang telah lama berkecimpung dalam bidang pertanian lama sekali. Ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar bagi perkembangan dan kemajuan pertanian diindonesia menggingat mimpi besar bangsa indonesia pada 2030. Banyak sekali yang mesti dilakukan demi terwujudnya cita-cita tersebut, dimana pertanian bangsa indonesia kalah bersaing dengan negara lain. Serta pemerintahan harus dapat membangun ekonomi kemasayarakatan yang berpihak pada petani dan nelayan. Jangan sampai seperti masa orde baru dimana pemerintah menganjurkan penanaman cengkeh. Tetapi ketika sudah menanam dan berhasil harga yang ada dipasaran murah. Sama seperti sekarang ini pemerintah menganjurkan penanaman jarak untuk bahan biodiesel nanti setelah banyak murah sama saja.
--- In [email protected], kukuh kumara <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya sependapat; dibawah ini beberapa komentar saya: > > Di kalangan industri sudah cukup lama dikenal adanya CR (Cost Reduction) upaya ini dilakukan secara terus menerus....selalu dicari upaya untuk meningkatkan effisiensi disegala bidang....contohnya yg gampang, telpon dibatasin berapa menit, lampu/AC, perjalanan dinas atau rapat diganti dengan conference call, dan banyak lagi... > > Demikian juga dengan produktivitas....nah mungkin karena kita terlalu sibuk bertahun2 menikmati udara "demokrasi" sehingga hari2 berpolitik ria dan lupa mengisi kehidupan demokrasi secara bertanggung jawab makanya tahu2 petani Vietnam sudah jauh lebih produktive ketimbang petani kita...lalu kemana aja benih2 unggul kita??? > > Pupuk, Gas, minyak tanah boleh naik terus...harganya sementara harga gabah petani??? > > Buah2an woowww..sampai pelosok2 sekarang buah impor gampang dijumpai....dan terjangkau...lalu kemana buah2an kita??? Sekarang dari buah sampai mobil semuanya "Bangkok" punya ..... > > Soal jalan....sepertinya pernah saya tampilkan juga di FPK, di Amerika (ya lagi2 Amrik) tapi memng begitulah....ada dikenal FM Road....(Farm to Market Road) inilah yg membantu petani2 sana mudah mencapai pasar.....sehingga produk2 pertaniannya gampang dan cepat sampai ke pembeli. Nah dikita kalau petani bawa hasil pertaniannya lewat jalan tol pakai pick-up....disamping harus bayar tol resmi, juga harus rajin lempar kotak korek api atau bungkus rokok yg berisi uang...kalau nggak tahu sendiri....ini kan sudah biaya tambahan lagi.... > > Soal arahan profesor yg menyesatkan...aduuh repot juga ya apalagi kalau tahunya sepotong-sepotong tapi karena yg ngomong "professor" lalu dianggap kebenaran absolut...padahal tahunya sumbernya "katanya" > > Ya itulah, soal Bank nggak tahu saya, mungkin Pak Godlip yg bisa memberikan pencerahan? > > Salam > Kukuh Kumara
