Ibu/bpk Nedyne... Jangan terburu-buru untuk ikut hal yang belum tentu benar. saya sedikit mengetahui mengenai kasus Buyat. Setahu saya NMR tidak menggunakan mercury ataupun arsenic untuk memisahkan emas dari bebatuan melainkan cyanida. Untuk membuktikan bahwa NMR tidak menggunakan mercury or arsenic sangat mudah, tinggal dilakukan audit. Berapa besar mereka mendatangkan bahan kimia tersebut, dapat di ketahui dari hasil audit. Selain itu beberapa hal yang selalu menjadi pertanyaan saya: Siapa yang mengadakan penelitian Thermocline di teluk Buyat, sehingga bisa mengeluarkan statement bahwa Thermocline di teluk Buyat tidak ada? Apakah hasilnya sah dan dapat dipertanggung jawabkan? Dari mana di ketahui bahwa keanekaragaman hayati di teluk Buyat menurun. Siapa yang melakukan penelitian di sana? apakah hasil penelitiannya dapat di pertanggung jawabkan? Jangan-2 beberapa tokoh hanya mengutip dari majalah atau koran yang keakuratannya dipertanyakan lantas mulai berkoar-2 bahwa lapisan thermocline tidak ada, NMR menggunakan mercury dan seterusnya. Jangan asal melemparkan tuduhan tanpa di sertai bukti. Sebagai tambahan. Saksi korban yang hadir pada saat pengadilan ternyata di upah untuk jalan-2 ke America. Foto yang membuktikan hal tersebut ada, bahkan di tunjukan di pengadilan. Saya dalam hal ini tidak membela NMR. Hanya berusaha mendudukan perkara pada porsinya yang tepat. Sejak awal perkara ini di angkat menjadi suatu issue, saya melihat adanya motif ekonomi yang melatar belakangi perkara ini.
rgrds, EZ sebagai tambahan Thermocline itu bukan lapisan pelindung, melainkan fenomena laut dimana terjadi perbedaan suhu yang sangat drastis antara lapisan atas yang lebih hangat dengan lapisan bawah yang lebih dingin. kedalaman thermocline ini tidak pernah tetap karena banyak faktor. Bisa lebih dalam bisa lebih dangkal.
