Mbak Sophia Rose,

Memang benar iklan obat bisa menyesatkan, apalagi bila
ada kata-kata bisa MENYEMBUHKAN. Padahal semua obat
apalagi herbal tetap harus melewati uji klinis.
Apakah obat herbal yang diiklankan di Kompas bernama
Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao (aduh susah banget
namanya...perlu latihan berkali-kali), sudah lolos uji
klinis, walaupun membawa nama institusi atau lembaga
yang cukup punya nama.
Memang ada tanaman yang berkhasiat untuk melawan
kanker seperti mahkota dewa. Namun tanaman tersebut
juga masih dalam proses uji klinis untuk bisa
dijadikan bukti sebagai obat yang bisa menyembuhkan.
Sebab setiap tanaman memiliki kandungan khasiat yang
berbeda. Demikian juga ketika seseorang akan
mengonsumsi harus tahu ukuran tepatnya. Sebab ada
kalanya para herbalis hanya mengatakan segenggam daun
salam atau satu butir bawang...sementara kita tidak
pernah tahu komposisi yang tepat. Dan genggaman setiap
orang juga berbeda-beda.

Memang sebaiknya teliti sebelum membeli. Demikian juga
dengan iklan obat, perlu rambu-rambu. Badan POM yang
bertugas dalam hal ini bisa menertibkan iklan2 yang
bisa menyesatkan konsumen.


Salam,
SS 



--- sophia rose <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>  Hari ini di Kompas saya membaca iklan besar tentang
> Obat herbal CHANG SHEUW TIAN RAN LING YAO (halaman 2
> ) untuk terapi kanker.dengan menyertakan hasil
> penelitian dari dari Laboratorium Farmakologi &
> Toksilogi Universitas Gajah Mada dan Laboratorium
> Kultur dan Jaringan Bagian Penelitian dan
> Pengembangan Rumah Sakit Kanker Dharmais. Saya jadi
> bertanya-tanya apakah iklan obat dengan menyertakan
> nama-nama suatu institusi yang cukup berpengaruh
> terhadap publik ini bisa dipertanggung
> jawabkan?.Termasuk golongan suplemen atau apa
> ini?.Sebagai pendamping obat chemotherapy atau
> bagaimana? Dan boleh diminum oleh penderita pada
> stadium berapa ?.Karena sesuai hasil pengalaman saya
> mengamati tingkah laku para penderita kanker di
> sekitar saya, orang-orang tsb ketika divonis
> menderita kanker mereka  cenderung lari  ke
> pengobatan alternatif dimana setelah tidak berhasil
> dan stadiumnya sudah lanjut baru memilih pengobatan
> standard kedokteran ( chemotherapy, operasi dan
> radiotherapy ),
>  sehingga waktu yang mereka miliki sudah tidak
> banyak lagi.Memang kesembuhan itu juga atas ijin
> Allah SWT tetapi manusia kan harus
> berikhtiar.Rata-rata penderita kanker itu ketika
> memilih melakukan pengobatan secara alternatif,
> jarang diikuti oleh tes-tes laboratorium yang
> sebenarnya sangat sederhana dan murah seperti
> misalnya : USG, periksa tumor marker melalui
> pemeriksaan darah, bonescaning,dll. Kira2 biayanya
> Rp. 1.5 juta. Yang gunanya untuk mengetahui efektif
> tidaknya obat yang mereka gunakan.Sehingga penderita
> tidak kehilangan momen untuk kesembuhannya dan
> meningkatkan Quality of lifenya.Dan biasanya
> pengobat alternatif tidak/jarang menganjurkan pada
> pasiennya untuk melakukan test laboratorium tsb.Dan
> harus diingat setiap obat meskipun itu obat herbal
> akan ada efek sampingnya, dan tidak semua obat
> herbal khususnya kanker akan cocok untuk semua
> orang.Saya sudah banyak menyaksikan para
> penderitanya.Jadi menurut saya sebelum mengkonsumsi
> obat apapun, khusus penderita
>  kanker, lebih baik berkonsultasi kepada
> dokter.Apabila memilih pengobatan herbal,
> konsultasikanlah pada dokter yang mendalami
> herbal.Sekali lagi hati-hatilah dengan obat apapun
> itu.Obat bukanlah segala-galanya, sikap kita dan
> penerimaan kita terhadap penyakit yang kita derita
> juga mempengaruhi kesembuhan.
>  Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke