** Rekans FPK, saya ikut nimbrung dikit. Apa yang dikatakan oleh mas Bodo (yang terang pasti tidak bodo) itu juga banyak benar-nya. Fungsi kontrol oleh Dep Perhud memang tidak jalan sebagaimana mestinya, juga fungsi sebagai Pembina terhadap Operator Penerbangan tidak tercermin dalam kinerja Dephub. Juga kalau apa yang dikatakan sangat PROFESIONAL dan QUALIFIED apa betul, saya kok meragukan. Memang pasti ada yang betul Profesional dan Qualified, tapi yang below Standard lebih banyak,....apalagi yang muda/tang baru di-rekrut, jam terbang dilapangan-nya masih sangat kurang. Sedang tuntutan sebagai Goverment Inspector pasti sangat tinggi. Kalau mau fair dan ada keterbukaan, harus-nya Dirrektorat Hubud harus mau diaudit, saya merasa pasti.....pasti akan ditemukan banyak kekurangan.
** Sebetulnya saya tidak ingin memberikan komentar terlalu dalam, tapi karena kecintaan saya kepada Industri Penerbangan di tanah Air kayaknya ya terpaksalah.....memberi komentar ini. Saya sependapat dengan mas Bodo,....marilah kita mulai lembaran baru, saling instropeksi, yang lalu dan buruk ya harus kita buang . Kita harus mulai bekerja dengan prosedur yang benar, Regulasi harus dilaksanakan dengan tegas(strick) dan tidak ada perbedaan terhadap setiap Operator, yang tidak LAIK TERBANG ya harus tidak di RELEASE to FLY kecuali yang telah mendapatkan CONSESSION sebagaimana mestinya yang telah diatur dalam regulasi yang berlaku. ** Regards, from old Navy Aviator, Juanda SBY. ----- Original Message ----- From: bodo_kerlchen To: [email protected] Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Ranking Maskapai Penerbangan Indonesia - DEPHUB RI Date: 30 Mar 2007 01:04:20 -0700 Not at all, Madame / Sir !! No hurt feeling .. no any authority or powers .. saya disini sedang berdiskusi, memberikan pendapat dan harus bersedia menerima serta mengolah pendapat lain. Dapat dipahami, bahwa kutipan kalimat saya itu dapat diinterpretasikan indirectly sebagai "penyimpulan sebab kejadian kecelakaan" .. namun bisa juga seperti yang ada dibenak saya saat itu, bahwa mereka (seperti yang sudah-sudah) sedang aktif dan gigih melakukan sesuatu yang sifatnya "represif" sementara fungsi kewajiban awal yang lebih effective terhadap "pencegahan kecelakaan" secara berulang tidak mendapat prioritas. Oleh karena itu timbul issues dari mereka yang menurut saya amat sangat menjengkelkan, seperti pembatasan usia pesawat (bukan jam terbang) atau, yang sekarang menjadi topik diskusi ini, rangking maskapai penerbangan yang referensi nya "safety". Bahwa expression nya terkesan "makian" bagi anda yang sedang TIDAK membela pihak manapun .. am sorry .. sebab sikap objektiv saya mungkin sedang terkontaminasi dengan peristiwa-2 lain sehubungan dengan tanggung jawab Dephub di laut dan darat, yang menurut saya, prinsip dasar dari sikap nya tidak beda, alias penuh greget !! Ijinkan saya sekarang sedikit menyimpang dari topik: Mengenai orang-2 professional dan qualified yang sejati secara internasional, saya hanya ingin beri masukan, bahwa bisa terjadi (mungkin malah tidak jarang) mereka justru terkucilkan dilingkungannya sendiri, bila tidak bersedia "bersikap menuruti tradisi lokal" (my own many years' experience!) .. dan tidak banyak orang yang sanggup bertahan lama dalam kondisi seperti itu .. pilihannya biasanya hanya tiga, ikut arus (alias jangan omongin profesionalitas yang sebenarnya) atau konsekwen bertahan dengan risiko mati muda, terakhir .. angkat kaki. Pls .. jangan bilang saya sinis, karena saya tidak pernah mengerti penggunaan kata tersebut .. tapi bila dikatakan saya muak dengan kondisi seperti itu, jawabnya .. emang IYA! Salam, Bodo
